Wah…..!!! Kepala Desa Tumale Walk Out dari Musrenbang Kecamatan Ponrang

LIPSUS, LUWU736 views

Staf Ahli Bupati Luwu : Sangat Lumrah Jika Banyak Peserta Rapat yang Kecewa

 

Luwu- Tabloid SAR – Kecamatan Ponrang telah menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 di Ruang Aula Kantor Camat Ponrang, Senin (14/02/2022) lalu.

Kegiatan rapat ini berlangsung alot, sebab para peserta rapat silih berganti melakukan interupsi. Pasalnya, beberapa usulan menurut mereka prioritas tidak terealisasi, salah satunya di Desa Tumale.

Kepala Desa Tumale, Markus  melalui forum Musrembang Kecamatan Ponrang tersebut, saat melakukan interupsi langsung meluapkan kekesalannya, sebab sama sekali tidak ada program pembangunan yang terealisasi yang telah diusulkan pihaknya pada Musrembang tahun 2020 lalu.

“Saya sangat kecewa, buat apa ikut Musrenbang kalau usulan kita sama sekali tidak diakomodir dalam ABPD”, tuturnya dengan suara lantang.

Lanjut ia menuturkan, seperti pada Musrembang tahun 2020 lalu, kita sudah usulkan sejumlah program pembangunan yang sangat dianggap prioritas, tapi tidak ada sama sekali yang diakomodir pada APBD tahun 2021. “Begitupun halnya melalui APBD 2022 ini, sepertinya juga masih tidak ada usulan dari desa kami yang diakomodir,” tukasnya.

Saya ke sini, kata Markus lagi, untuk membawa aspirasi masyarakat saya. Apa yang kami usulkan sudah menjadi prioritas. Jadi lebih baik saya memilih walk out dari rapat Musrembang ini,”  ungkapnya dengan penuh rasa kekecewaan, sembari meninggalkan forum Musrembang tingkat Kecamatan Ponrang tersebut.

Sesuai rapat kegiatan Musrembang tersebut, Staf Ahli Bupati Luwu Bidang Ekonomi dan Pembangunan,  Rahimullah SE kepada media ini, mengaku sangat memahami atas banyaknya peserta yang merasa kecewa, atas tidak diakomodirnya usulan mereka dalam APBD.

“Yah, kekecewaan seperti itu sangat kita pahami, sebab hal itu sudah merupakan hak masyarakat untuk mengharapkan usulan rencana program pembangunan desanya bisa diakomodir  dalam APBD,” ucap mantan Kepala BPKAD Kabupaten Luwu tersebut.

Menurutnya,  jadi sangat lumrah jika banyak peserta rapat yang kecewa dalam suatu forum Musrembang, akibat usulannya yang tidak diakomodir dalam APBD. “Namun itu juga disebabkan anggaran pemerintah daerah yang terbatas, terlebih lagi adanya recofusing anggaran selama masa pandemi ini,” ucap Rahimullah.

Lanjut ia menyampaikan, jadi untuk menyiasati keterbatasan anggaran pemerintah daerah di tengah masa pandemi selama ini, maka Tim Anggaran lah yang memilah-milah bahwa progam pembangunan apa yang prioritas dan dianggap paling mendesak untuk dianggarkan.

“Kita pun juga sangat berharap agar tidak ada lagi agenda recofusing pada APBD 2023 nantinya, supaya ada ruang pendistribusian anggaran dalam mengakomodir usulan dari setiap desa,” beber salah satu birokrat yang dikenal ramah tersebut.

Rahimullah pun lalu menyarankan agar para kepala desa atau stake holder pada setiap desa supaya  bisa membangun komunikasi kepada anggota dewan, Bappeda dan Tim Anggaran, bagaimana usulannya bisa diakomodir pada APBD Tahun 2023 mendatang.

“Selalu ada solusi, melalui pendekatan komunikasi pada anggota dewan, Bappeda dan Tim Anggaran, karena kalau usulan aspirasi melalui Musrembang tidak dikawal, tentu itu sangat kecil kemungkinannya untuk dapat diakomodir dalam APBD,” terangnya.

Hak senanda juga disampaikan oleh anggota DPRD Luwu, Sulaiman Ishak. Ia pun lanjut menyampaikan, bahwa Pak Kepala Desa mesti pula jeli melihat program apa yang ada di dinas yang menjadi kebutuhan di desanya.

“Pak Kepala Desa bisa juga berkoordinasi pada setiap dinas, apa ada programnya tidak yang sesuai usulan. Jika memang ada, bukan lagi program didorong tetapi kegiatannya,” kata dia.

Sulaiman pun menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi setiap Kepala Desa di Kecamatan Ponrang ini, untuk mengkoordiasikan pada setiap dinas atas setiap usulan program, jika memang pada dinas tersebut ada yang sesuai dengan usulan dari desa.

Hal yang sangat perlu dipahami, tambahnya, bahwa jika usulan tidak masuk APBD Pokok, maka juga bisa masuk pada APBD Perubahan. Kalau tidak bisa tahun ini, tahun berikutnya bisa diupayakan.

“Namun itu bisa direalisasikan apabila kita saling berkoordinasi dan tentunya pula kembali kepada kemampuan anggaran pemerintah daerah,” pungkas Sulaiman.

Adapun kegiatan Musrenbang Kecamatan Ponrang Rencana Kerja tahun 2023 ini, mengangkat tema “Penguatan Struktur Perekonomian Daerah yang Unggul dan Berdaya Saing”.

Sedangkan kegiatan tersebut, selain dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan pembangunan Rahimullah SE mewakili Bupati Luwu dan Anggota DPRD Kabupaten Luwu. Maka juga dihadiri Kabid Perekonomian Bappelitbangda Luwu dan Kabid Kesmas Dinkes Luwu.

Tentunya pula hadir, Camat Ponrang, Harbiah SAg, Danramil 1403-04/Padang Sappa, Kapolsek Ponrang, para Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Ponrang. Termasuk para Kepala Sekolah, perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan serta tokoh pemuda di Kecamatan Ponrang. (Basnawir)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *