Soal TKA di PT BMS Hanya Bersifat Temporer, Sebab Kehadirannya Hanya untuk Membangun Tungku Pabrik Smelter

News873 views

LSM Pembela Arus Bawah  : DPRD Luwu mestinya pro aktif untuk mensupport PT BMS agar segara memasuki tahap kegiatan operasi produksi

 

 

LUWU, Tabloid SAR – Progres pembangunan tungku pabrik smelter PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) yang berlokasi di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tampaknya sudah tidak akan lama lagi memasuki tahapan kegiatan operasi produksi.

Hal itulah, sehingga perusahaan ini tampaknya sedang menggenjot pembangunan dua unit tungku  pabrik smelter di lokasi ini. Namun pihak DPRD Luwu rupanya lagi menyoal data Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Tenaga Kerja Lokal pada perusahaan H Kalla Group ini, untuk dihearing di Komisi III DPRD Luwu pada  Kamis besok, 02 Februari 2023.

Hal tersebut dikemukakan oleh Site Manager PT BMS, Zulkarnain saat berbincang-bincang santai dengan Direktur Eksekutif LSM Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy pada hari ini, Rabu (01/02/2023) di lokasi pembangunan tungku  pabrik smelter perusahaan tersebut.

Banyak hal yang dikemukakan oleh Site Manager PT BMS tersebut, mulai dari pengadaan lahan, pengurusan perizin, Amdal, pembangunan tungku pabrik smelter, pembangunan infrastruktur jalan khusus dan Jetty perusahaan, proyeksi kebutuhan tenaga kerja, aspek produksi, Corporate Social Responsibility (CSR) dan lain-lainnya.

Selain juga mengemukakan berbagai keluhan yang senantiasa dihadapi pihak perusahaannya,  seperti pengurusan perizinan yang terlalu birokratif sampai mamakan waktu yang sangat lama. Termasuk permasalahan sengkata lahan perusahaan yang diduduki masyarakat dan lain-lainnya.

Hal tersebut, maka dengan cermat pula disimak oleh aktivis LSM yang kerap disapa Bang Foxchy tersebut. Namun mengenai soal TKA, kata Site Manager PT BMS yang lebih akrab disapa Zul ini, bahwa itu sudah sesuai dengan prosedur regulasi keimigrasian yang berlaku.

Menurutnya, jadi mengenai adanya TKA, itu merupakan tenaga ahli yang khusus untuk menangani asembling terhadap pemasangan komponen-komponen material pada pelaksanaan pembangunan tungku  pabrik smelter tersebut.

“Karena pembangunan tungku  pabrik smelter ini adalah sifatnya sangat sarat bermuatan teknologi tinggi, maka kita datangkan TKA yang memang menguasai teknologi tersebut, sebab tenaga kerja lokal sama sekali belum ada yang mampu menangani pemasangan bangunan tungku pabrik smelter yang sifatnya berteknologi tinggi seperti ini,” paparnya.

Lanjut Zul mengemukakan, kita siap hadiri Rapat Dengar Pendapat di DPRD Luwu besok, kita akan memberikan alasan yang bersifat obyektif mengenai keberadaan TKA di PT BSM ini. “Keberadaan TKA itu juga kan sifatnya hanya temporer saja. Jika tungku  pabrik smelter ini sudah mulai tahapan operasi produksi, jadi TKA yang tinggal adalah hanya sifatnya supervisi saja,” ungkapanya.

Zul lanjut menjelaskan, bahwa perusahaan kita sampai hari inikan, belum juga menerima tenaga kerja secara massal. Namun yang ada sekarang adalah tenaga kerja temporer yang khusus menangani kegiatan pembangunan tungku  pabrik smelter. Termasuk menangani pembangunan infrastruktur bangunan lainnya, seperti gedung dan jalan khusus perusahaan. “Itupun juga dipihak ketigakan,” tukasnya.

Jadi perusahaan kita, sambungnya, baru akan membuka lapangan kerja secara massal untuk menangani kegiatan operasi produksi, setelah selesainya kedua unit tungku pabrik smelter yang sedang dibangun sekarang ini. “Untuk tahap awal kita proyeksikan akan ada sekitar 1.500-an  sampai 2.000-an tenaga kerja yang dibutuhkan, tentunya yang kita prioritaskan adalah tenaga kerja lokal,” kata Zul.

Zul lanjut menjelaskan, jadi sangat salah kaprah dan juga merupakan suatu bentuk penyesatan informasi, jika PT BMS telah mempekerjakan TKA sementara perusahaan kita sama sekali belum melakukan kegiatan operasi produksi. “Hal tersebut merupakan tudingan yang sangat tidak beralasan,” imbuhnya.

Saat ditanyakan, apakah PT BMS tidak menggunakan jasa perusahaan pihak ketiga dalam merekrut tenaga kerja?

Jawabnya, untuk tahap awal rekruitment tenaga kerja, masih ditangani langsung oleh pihak perusahaan kita. “Untuk rekruitment tenaga kerja tahap selanjutnya, kita mungkin sudah menggunakan jasa perusahaan pihak ketiga, setelah dilakukan penambahan pembangunan tungku pabrik smelter. Namun jika sudah dipihakketigakan, maka statusnya akan menjadi tenaga kerja outsourcing,” tuturnya.

Zul pun sangat mengharapkan dukungan dari pihak LSM Pembela Arus Bawah atas keberadaan PT BMS dalam mengelola produksi Ferro Nickel dan Nickel Sulfat Battery Grade untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar ekspor tersebut

 

LSM Pembela Arus Bawah Siap Memberikan Dukungan Advokasi Pendampingan

 

Rahmat K Foxchy yang dikenal sebagai aktivis LSM yang juga lebih akrab disapa Bang Ories ini, pun menyatakan kesiapannya menjadi mitra untuk mendukung dan mensukseskan penanaman investasi perusahaan H Kalla Goup tersebut. “LSM kita, tentunya sangat siap menjadi mitra untuk mendukung demi suksesnya PT BMS di tengah menanamkan investasinya di daerah kita ini.

Apalagi PT BMS ini, kata Bang Ories, merupakan murni penanaman modal dalam negeri dan pemiliknya adalah juga orang kita. “Yah, LSM kita tentunya sangat siap memberikan dukungan kepada PT BMS dalam mengelola produksi Ferro Nickel dan Nickel Sulfat Battery Grade untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar ekspor tersebut.

 Menurutnya, kita sebagai putra daerah sudah seharusnya bangga dengan kemampuan pengusaha negeri sendiri, karena mampu membangun pabrik smelter pengelolaan nikel dengan nilai penanaman investasi yang rencananya bisa sampai mencapai puluhan triliun.

 “Jadi orang Luwu sudah mestinya sangat bersyukur dengan adanya PT BMS yang menghadirkan pabrik smelter pengelolaan nikel dengan nilai investasi yang sangat besar tersebut,” terang Bang Ories.

Sudah bisa dibayangkan, kata dia, jika PT BMS sesuai rencananya akan membangun 14 tungku pabrik smelter, maka belasan ribu pula tenaga kerja lokal usia produktif bisa terserap. Belum lagi akan mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian di daerah ini. “Jelasnya, bahwa kehadiran PT BMS sangat menimbulkan dampak multiplier effect yang sangat luar biasa, khususnya bagi kemajuan di daerah kita ini,” ucapnya.

Mengenai adanya TKA yang mencuat menjadi diskurusus, kata Bang Ories, kita pikir tidak perlu dipersoalkan, karena toh keberadaannya hanya bersifat temporer saja. “DPRD Luwu mestinya mensupport PT BMS agar segara memasuki tahap kegiatan operasi produksi,” harapnya.

Dikemukakannya lebih lanjut, apalagi hilirisasi nikel  sudah menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintahan nasional, sehingga sudah semestinya pula pihak DPRD Luwu proaktif untuk memfasilitasi percepatan penerbitan izin yang dibutuhkan PT BMS, supaya tidak berlarut-larut pelayanannya di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

Pasalnya, kata Bang Ories lagi, PT BMS itukan juga tidak sedikit memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD, khususnya dari sektor Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. “Apalagi kita melihat akan banyak lagi IMB terbit dalam kompleks industri pabrik smelter PT BMS tersebut, belum lagi sumber-sumber PAD lainnya,” tuturnya.

Sedangkan menyikapi persoalan pengurusan perizinan yang dikeluhkan pihak PT BMS tersebut, aktivis LSM ini sangat mengharapkan pada pihak Pemerintah Kabupaten Luwu agar lebih responsif dalam memberikan pelayanan. “Bagaimana bisa investasi dapat bertumbuh di Luwu ini, jika mengurus IMB saja masih harus menunggu sampai berbulan-bulan lamanya,” sesal Bang Ories.

Adapun hal-hal lain yang dikemukakan oleh Site Manager PT BMS tersebut, sehingga juga menjadi atensi pihak LSM Pembela Arus Bawah. Seperti Amdal yang sudah sesuai dengan prosedur, termasuk CSR akan sangat dapat memberikan manfaat untuk memberdayakan masyarakat di desa-desa pada sekitar kompleks industri smelter pengelolaan nikel ini.

Namun untuk permasalahan sengketa tanah dengan pihak masyarakat, Bang Ories pun menyarankan, jika memang tidak bisa diselesaikan melalui jalur musyawarah, maka sebaiknya laporkan saja pada pihak kepolisian agar ditindak secara hukum.

Namun jelasnya, Bang Ories menambahkan, bahwa LSM kita sangat siap memberikan dukungan pada PT BMS dalam bentuk advokasi pendampingan terhadap setiap permasalahan yang timbul, apabila memang dibutuhkan.

“Yah, LSM kita sangat siap mengawal PT BMS di tengah menanamkan investasinya untuk memproduksi Ferro Nickel dan Nickel Sulfat Battery Grade demi memenuhi kebutuhan pangsa pasar ekspor tersebut,” tandas Direktur Eksektuf LSM Pembela Arus Bawah ini. (Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *