Merasa Dibeckingi Salah Satu Pejabat Penting dan Oknum LSM, “Kepsek SDN 364 Labokke” Menjadi Jumawa?!

News360 views

Sekretaris Disdikbud  : Bersangkutan Akan Segara Dipanggil Melalui Kabidnya   

 

Tabloid SAR – Menurut rumor yang berkembang, jika Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 364 Labokke sehingga sangat merasa jumawa (arogan –red) seperti sekarang ini. Sebab diduga kuat dibeckingi salah satu oknum pejabat penting di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bahkan ditengarai pula dibeckingi oleh oknum LSM tertentu. Pasalnya, ketika redaksi media ini beberapa waktu lalu mengkonfirmasi Kepsek SDN 364 Labokke, terkait dengan adanya infomasi dugaan penyalahgunaan keuangan dan anggran sekolah seperti antara lain dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Termasuk sangat disinyalir tindak memfungsikan bendahara sekolah dalam mengelola keuangan dan anggaran di sekolah yang dinahkodainya tersebut.

Namun justru terdapat salah satu oknum LSM, sampai mengintimidasi balik redaksi media ini, dengan nada ancaman melalui hubungan telepon. Hal tersebut, sehingga semakin memperkuat dugaan terhadap penyalahgunaan keuangan dan anggaran di SDN 364 Labokke ini, salah satunya seperti pengelolaan dana BOS.

Menurut sumber-sumber media ini, jika Kepsek SDN 364 Labokke sampai begitu jumawa terhadap awak media, karena diduga dibekingi salah satu oknum pejabat penting di Kantor Disdikbud Kabupaten Luwu.

“Jangankan kepada wartawan, kepada sesamanya kepala sekolah saja kadang juga menunjukkan sikap jumawanya. Hal itu, karena ada beckingnya seorang pejabat penting di Kantor Disdikbud Luwu,” beber sumber-sumber resmi media ini, Sabtu (20/04-2024) minta agar tidak dipublikasikan identitasnya.

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Luwu, Muhammad Jufri kemudian dikonfirmasi lebih lanjut, untuk dimintai tanggapannya mengenai adanya rumor, jika  Kepsek SDN 364 Labokke diduga dibeckingi salah satu pejabat penting pada kantor yang ditempatinya berdinas tersebut.

Kepada redaksi media ini, Muhammad Jufri justru merasa heran dan seolah bertanya balik, kenapa ada istilah becking. “Bagi kami di dinas tidak ada yang diutamakan. Yang kerjanya kurang baik harus ditegur bahkan dikasih sanksi dan yang baik dikasih reward atas prestasinya,” tulisnya dengan pesan chat yang dikirim melalui nomor whatsapp-nya.

Kalau bersangkutan, tulisnya lagi, merasa jumawa sama teman-teman pers, akan kami panggil dan berikan teguran. “Insyah Allah, bersangkutan akan segera dipanggil melalui Kabidnya,” tandasnya.

Redaksi media inipun lanjut menginfomasikan kepada Sekretaris Disdikbud Kabupaten Luwu, bahwa pihak Aktivis Pembela Arus Bawah sedang menelusuri dugaan penyalahguaan pengelolaan keuangan dan anggaran sekolah, terlebih lagi dana Bos pada SDN 364 Labokke ini.

Kabid Pembinaan SD Kabupaten Luwu, Andi Padri P Noor saat dikonfirmasi melalui nomor whatsapp-nya, mengaku jika dirinya barusan dikontak Sekretaris Disdikbud Kabupaten Luwu. “Barusan Pak Seke kontak saya, Beliau menginstruksikan untuk segera memanggil Kepsek bersangkutan,” tuturnya.

Lanjut Andi Fadri, Insyah Allah hari Rabu kita panggil Kepsek SDN 364 Labokke tersebut. “Saya juga sudah kontak staf di kantor agar segera buatkan surat panggilan terhadap Kepsek tersebut,” ucapnya, sembari ia menyampaikan jika dirinya sedang mendampingi Kadis Dikbud Kabupaten Luwu untuk menghadiri kegiatan dinas di Makassar.

Kabid yang sangat welcome terhadap awak pers ini, juga sangat berharap agar pengelolaan dan BOS di sekolah itu, supaya jangan dilaporkan dulu kepada Aparat Penegak Hukum atau APH. “Berikan kesempatan kepada kami, untuk membina terlebih dahulu Kepsek bersangkutan. Termasuk kasus-kasus dana BOS pada sekolah lainnya, apabila ada indikasi temuan dari rekan-rekan wartawan, khususnya dari Tabloid SAR agar tidak diadukan dulu ke pihak APH.

Jadi sekaitan pula dengan hal tersebut, redaksi media inipun juga lebih lanjut mengkonfirmasi Kepsek SDN 364 Labokke Nurhang melalui nomor whatshapp-nya. Akan tetapi bersangkutan sama sekali tidak memberikkan respons hingga rilis berita ini dipublikasikan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *