Dalam Rangka Kegiatan Bersih Desa untuk Menyemarakkan Tahun Baru Islam, Pemdes Setiarejo di Luwu Pentaskan Wayang Kulit   

News450 views

Tabloid SAR – Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan patut dikatakan merupakan salah satu daerah yang mencerminkan sebagai miniatur budaya ke-Indonesia-an. Karena di daerah yang dijuluki Bumi Sawerigading ini dihuni oleh beragam suku dengan corak budaya dan adat istiadatnya tersendiri. Namun senantiasa hidup berdampingan dengan damai demi menjunjung tinggi semangat pluralisme.

Jadi dari berbagai suku yang mendiami Kabupaten Luwu ini, salah satunya adalah Suku Jawa. Bahkan Suku Jawa ini, telah menjadi penduduk asli Luwu yang berdomisili pada sejumlah desa, antara lain di Desa Setiarejo, Kecamatan Lamasi.

Adapun warga suku Jawa di Desa Setiarejo ini, maka senantiasa pula mementaskan seni budaya tradisional warisan leluhurnya, salah satunya pementasan wayang kulit.

Tampak Anggota DPR-RI, Devi Bijak Pawindu bersama para undangan saat menyaksikan pemetasan wayang kulit di Balai Desa Setiarejo, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu.

Hal tersebut dipentaskan pada setiap momen-monem tertentu, baik dalam bentuk pesta adat, pesta pernikahan, menyemarakkan peringatan hari-hari raya tertentu maupun dalam menyambut tamu-tamu kehormatan dan juga menyemarakkan kegaiatan-kegiatan yang sangat pandang sebagai momen istimewa.

Seperti halnya dalam rangka kegiatan bersih desa, sehingga Pemerintah Desa (Pemdes) Setiarejo mengelar pemetasan wayang kulit pada Sabtu malam, 05 Agustus 2023 di Balai Desa Setiarejo.

Sesuai pantauan media ini, dimana pementasan seni budaya tradisional Jawa di Desa Setiarejo tersebut, nampak sangat semarak dan menjadi hiburan yang sangat menyegarkan bagi masyarakat desa setempat dan masyarakat dari desa-desa sekitarnya.

Kepala Desa (Kades) Setiarejo, Handoko pada media ini, mengemukakan bahwa pementasan wayang kulit ini merupakan puncak pagelaran pada kegiatan bersih pada desa kami ini.

“Karena kita juga mengisi kegiatan ini dengan pertunjukan silat, persinas asad, tari-tarian tradisional penjemputan tamu, buto cakil dan pemetasan drama permadi,” ucapnya.

Menurutnya, bahwa pementasan nilai-nilai tradisional ini, sebagai bentuk rasa syukur atas terjalinnya kerukunan hidup warga di desa kami yang telah senantiasa hidup berdampingan dalam suasana yang damai.

Handoko mengaku sangat berterima kasih kepada segenap warganya, atas parisipasinya untuk mewujudkan bersih-bersih desa, khususnya dalam menyemarakkan peringatanTahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriah.

Dia pun sangat berharap dengan adanya semangat kebersamaan dan partisipasi dari segenap warga tersebut, sehingga Desa Setiarejo ini kelak bisa menjadi desa yang lebih maju serta semakin hukum rukun dan damai.

“Jadi dengan melestarikan nilai-nilai budaya tradisioanal tersebut, maka sangat diharapkan untuk memaknai keluhuran warisan leluhur di tengah peradaban global yang semakin kompleks dengan persaingan gaya hidup modern, supaya kita senantiasa pula menghormati nilai-nilai kearifan lokal,” ucapnya.

Lanjut ia menambahkan, saya sangat berterima kasih kepada panitia dan segenap masyarakat Desa Setiarejo ini, sebab kegiatan ini bisa berlangsung dengan sukses dalam suasana yang damai. “Tentunya kita akan senantiasa pula melestarikan warisan nilai-nilai budaya leluhur ini demi memperkaya budaya Luwu,” pungkas Kades Setiarejo yang sangat dikenal familiar tersebut.

Tampak hadir pada pementasan seni budaya tradisional Jawa tersebut, yakni Anggota DPR RI Devi Bijak Pawindu, Camat Lamasi Suwarso, unsur Pimpinan Forkopicam Kecamatan Lamasi, sejumlah ASN dan aparat keamanan setempat serta segenap stakeholder di wilayah tersebut. (Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *