Bencana Alam di Luwu, Disebabkan ‘Amarahnya Sabda Alam Gaib Latimojong,’ Puang Nango : “Itu Baru Buntutku yang Digerakkan”

News607 views

 

Tabloid SAR – Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan curah hujan yang tinggi sejak awal 2024 ini. Mengakibatkan sejumlah provinsi yang dilanda bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia. Diantaranya yang memperoleh perhatian publik tersebut, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Untuk di Sulawesi Selatan ini terdapat 7 daerah dilanda bencana banjir dan tanah longsor, seperti Luwu, Luwu Utara, Enrekang, Wajo, Sidrap dan Sinjai. Namun kasus banjir bandang dan tanah longsor pada dini hari Jumat, 03 Mei 2024 yang paling terparah adalah Luwu sebab menelan korban jiwa sampai 14 orang .

Pasca peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Luwu tersebut. Beredar rekaman vidio pada berbagai platform sosial media tentang berkomunikasi dengan alam gaib Gunung Latimojong, terkait penyebab terjadinya bencana alam tersebut.

Melalui komunikasi alam gaib Gunung Latimojong dengan cara menggunakan bahasa lokal tersebut, seorang perempuan menjalin dialog dengan penunggu alam gaib Latimojong dengan cara menggunakan media seorang perempuan yang sedang berbaring.

Dalam dialog rekaman vidio berdurasi 14 menit 57 detik itu, penunggu alam gaib Latimojong itu mengaku bernama Puang Nango, menyampaikan bahwa para arwah leluhur lainnya di Latimojong sudah sangat marah besar dan ingin sekali menjatuhkan kutukan sabda alam dengan bencana alam yang lebih dahsyat lagi.

Disebutkan, bahwa doa-doa (orang-orang terzalimi) diterima yang Maha Kuasa, sampai membuat mengamuk arwah parah leluhur Latimojong dan menginginkan kutukan bencana alam yang lebih dahsayat lagi. Namun masih dicegah oleh Puang Nango dan hanya baru menggerakkan buntut (ekor)-nya saja, sebagai penyebab terjadinya tragedi bencana alam di Luwu ini.

“Bencana yang melanda di Luwu ini baru buntutku saja yang digerakkan, bagaimana kalau sudah kepalaku yang digerakkan,” kata Puang Nango, melalui komunikasi alam gaib dengan cara bertanya kepada seorang perempuan sedang dibaringkan tersebut.

Tentunya doa-doa yang sangat cepat diterima Tuhan Semesta Alam adalah doa orang-orang yang terzalimi. Sementara orang-orang yang terzalimi di Latimojong saat ini adalah masyarakat adat yang telah terampas warisan hak-hak agrarisnya, diduga kuat akibat pelaksanaan pembebasan lahan PT Masmindo Dwi Area (Masimindo).

Beberapa bulan lalu, sejumlah tetua masyarakat adat Basse Sangtempe (Bastem) juga sudah pernah mengingatkan kepada media ini, bahwa akan terjadi bencana alam yang dahsyat melanda di Luwu ini.

Adapun bencana alam yang dahsyat di Luwu tersebut berupa banjir bandang dan tanah longsor, diakibatkan oleh amarahnya sabda alam gaib Latimojong. Persoalan PT Masmindo yang diduga kuat sama sekali tidak menghormati tatanan adat budaya tradisional akan menjadi sumber penyebab timbulnya amarah sabda alam gaib tersebut.

Menurut mereka, bahwa dugaan faktor mafia tanah pada pelaksanaan pembebasan lahan yang dilakukan perusahaan pertambangan emas ini yang diduga kuat kesewenang-wenangan menzalimi masyarakat adat lantaran warisan tanah adatnya telah dirampas begitu saja. Apalagi akan dilakukan juga  penggusuran terhadap makam-makam kuno di Ranteballa.

Kata mereka, soalnya tanah di Ranteballa-Boneposi itu, merupakan bahagian dari tanah bertuah (keramat –red) dalam wilayah adat Bastem sangat kuat roh-roh alam gaibnya sebagai penunggunya. Terlebih lagi situs-situs makam kuno di Renteballa itu, merupakan warisan tradisional leluhur yang sangat dikeramatkan secara turun-temurun.

Apalagi Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu, sepertinya lebih berkepihakan kepada perusahaan dan justru sama sekali tidak peduli kepada tuntutan rasa keadilan masyarakat adat.

“Jika pemerintah sudah tidak lagi peduli untuk melindungi tanah adat dan hanya bisa menimbulkan rasa ketidak adilan kepada masyarakat adat. Pemangku adat juga sudah terlibat jadi mafia tanah dengan lebih membela kepentingan investasi perusahaan, maka tunggu bencana alam akan melanda di Luwu ini,” tutur mereka.

Akan tetapi media ini tidak merilis ungkapan sejumlah tetua adat itu sebelumnya, sebab hanya dianggap bersifat imajinasi mitos belaka. Selain untuk menghindari terjadinya diskursus yang mengarah kepada hal-hal yang bisa sangat meresahkan masyarakat.

Puang Tandi Langi.

Puang Tandi Langi, salah satu tetua masyarakat adat Bastem yang pernah mengemukakan akan terjadi bencana alam yang sangat dahasyat seperti ini adalah bernama Puang Tandi Langi.

Saat kembali dikonfirmasi media ini, pada Sabtu (11/05-2024), Puang Tandi Langi mengemukakan bahwa apa yang pernah saya ingatkan beberapa bulan sebelumnya, terbukti terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan 14 orang di Luwu ini.

Kata kakek Puang mengaku sudah berusia 94 tahun ini, tidak akan melesat apa yang pernah saya ingatkan beberapa bulan lalu itu, sebab hal itu sudah merupakan hasil meditasi melalui komunikasi dengan alam gaib.

“Jadi jangan pernah menginjak-injak adat apalagi berlaku tidak adil kepada tanah adat dan sewenang-wenang untuk memindahkan kuburan kuno, karena itu akan menimbulkan malapetaka bencana alam yang sangat dahsyat,” tuturnya.

Menurutnya, walau lokasi warisan tanah adat warisan nenek moyang sudah bertahun-tahaun tidak pernah dikelola. Apalagi ada kuburan leluhur di lokasi itu, leluhurnya tetap ada di situ yang selalu menjaga lokasi tanah bertuah tersebut.

“Jadi untuk membuka kembali lokasi warisan tanah adat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dikelolah ahli warisnya. Terlebih  lagi untuk memindahkan makam-makam kuno, maka harus dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Namun itupun, setelah memperoleh persetujuan dari segenap ahli warisnya,” bebernya.

Itulah masalahnya, kata dia, sebab sangat gaib memang tanah adat Bastem ini. Karena Pegunungan Latimojong itu merupakan tanah bertuah dari warisan perdaban mitos yang sifatnya sangat berdimensi mistik.

Lanjut ia menyampaikan, apabila terjadi kesewenang-wenangan dan ketidakadilan di atasnya, maka para arwah leluhur penjaga itu akan terusik untuk menimbulkan amarah sabda alam gaib dalam bentuk kutukan berupa bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.

“Karena Gunung Latimojong ini bukan gunung berapi, jadi bencana alamnya hanya dalam bentuk banjir bandang dan tanah longsor” ungkap Puang Tandi Langi.

Sementara itu, salah satu paranormal yang cukup terkenal di negara ini, nampaknya pula membenarkan apa diungkapkan oleh sejumlah tetua masyarakat adat Bestem tersebut.

Ia juga mengaku bahwa tiga hari sebelumnya, dirinya sudah memprediksi akan terjadi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang sangat dahyasat di Kabupaten Luwu. Hal itu terjadi akibat pemimpin di daerah ini tidak lagi menghormati keluhuran nilai-nilai budaya dan adat istiadat, menyebabkan arwah alam gaib menjadi murka.

Kata dia, memang di Sulawesi Selatan terdapat beberapa daerah yang dilanda bencana alam banjir dan tanah longsor. Tapi bencana alam di Luwu tersebut disebabkan adanya amarah sabda alam gaib, akibat faktor ketidak adilan terhadap lahan masyarakat adat yang diduga kuat diperlakukan sewenang-wenang salah satu perusahaan pertambangan.

Hanya saja paranomal ini tidak ingin disebut namanya. Namun faktor ketidakadilan akibat tidak adanya penghormatan pemerintah di daerah itu terhadap keberadaan tanah adat. Menyebabkan terjadi perlakuan kesewenang-wenangan yang diduga kuat dilakukan para mafia tanah melalui perusahaan pertambangan yang menjadi faktor penyebabnya.

“Yah, sangat tidak masuk akal memang, sebab sifatnya sangat berdimensi mitos. Tapi ketidakadilan menurut dimensi metafisika bahwa alam mitos itu juga tak terlepas menimbulkan kutukan kekuatan gaib yang senantiasa pula melanda dalam segala bentuk bencana bagi kehidupan sejarah peradaban umat manusia,” terangnya.

Sedangkan melalui pemberitan media ini sebelumnya, Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy telah pula menjelaskan bahwa di alam semesta ini ada namanya dalil metafisika yang juga sangat berkolerasi kuat dengan kekuataan gaib. Kekuatan gaib tersebut, muncul membawa bencana yang sangat dahsyat, ketika pemimpin itu sudah tidak adil yang menyebabkan hak-hak masyarakat terzalimi.

Hanya saja hal semacam itu justru sudah dianggap mitos sekarang ini. Namun dalam dimensi peradaban masa lampau, tidak sedikit negeri yang zalim kepemimpinannya, bahkan mengalami kehancuran akibat faktor dahsyatnya bencana alam sebagaimana yang diabadikan dalam Kitab Suci, catatan sejarah dan legenda rakyat secara turun-temurun.

Peristiwa bencana alam seperti itu, lebih lanjut Bang Foxchy menyampaikan, hanya bisa dipahami menurut sudut pandang dalil metafisika, sebab dimensinya pada kekuatan gaib. Pengetahuan seperti ini, hanya bisa dipahami oleh ahli filsafat dan paranormal atau ahli nujum atau tetua masyarakat hukum adat. Karena ada korelasi antara metafisika dengan nilai-nilai kearifan lokal (budaya adat tradisional), terkait dengan pemahaman terhadap fenomena sabda alam.

Menurutnya, jadi metafisika itu merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal gaib dalam menartikulasikan tentang fenomena sabda alam gaib (nilai-nilai Ketuhanan), sehingga sangat tidak bisa disaksikan atau dilihat secara kasat mata dan juga tidak bisa diukur secara empiris.

Lanjut dia menuturkan, dahsyatnya bencana alam yang melanda di Luwu itu, boleh jadi karena faktor terstrukturnya, tersistimatisnya dan masifnya kasus dugaan praktik-praktik mafia tanah pada pelaksanaan pembebasan lahan PT Masmindo.

“Merampas hak-hak ulayat masyarakat adat itukan tanah bertuah, maka itu sebagai bentuk penzaliman gaya kekuasaan terhadap nilai-nilai warisan tradisional yang sangat dilindungi oleh arwah leluhur,” ucap pegiat civil society (masyarakat sipil) yang juga akrab disapa Bang Ories ini.

Bang Ories lanjut menyampaikan, karena Pemkab Luwu sepertinya sangat tidak peduli kepada rasa keadilan masyarakat adatnya yang terzalimi warisan hak-hak agrarisnya tersebut. Bahkan justru lebih terkesan melindungi gaya kekuasaan oligarki pertambangan tersebut. Akibatnya timbulkan amarah sabda alam melalui kekuatan gaibnya untuk menjatuhkan kutukan dalam bentuk bencana alam yang begitu dahsyat melanda Luwu tersebut.

Dikemukakannya lebih lanjut, apa kalian pikir perusahaan pertambangan emas PT Masmindo itu sama sekali tidak membuat kesalahan seperti dimaksud oleh pernyataan pers Pj Bupati Luwu itu. Tunggu dulu, kita juga sudah ada kartu truf dalam bentuk surat dari Bareskrim Polri bahwa pembebasan lahan pada perusahaan pertambangan emas ini terindikasi kuat timbulkan kasus tindak pidana.

Ia pun menambahkan, surat dari Bareskirim Polri itu saat ini sudah pula menjadi referensi progres penanganan tiga kementerian berwenang. “Kalau masih saja tunjukkan kepongahannya, bisa saja perusahaan pertambangan emas itu dibekukan perizinannya atau dicabut, sekaligus diproses lanjut dugaan tindak pidananya,” pungkas Aktivis Pembela Arus Bawah tersebut. (Redaksi/Made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *