Jelang Pemilu 2024, Nama Darsan Dappy Sering Jadi Topik Perbincangan, Ada Apa?

News677 views

Tabloid SAR – Menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang, sejumlah figur mulai bermunculan untuk dijagokan memperebutkan kursi elit tersebut.

Adapun nama para tokoh yang akan bertarung pada gelanggang politik itu, sengaja dimunculkan oleh para politisi dan partai politik pengusungnya guna meraih simpati rakyat.

Pada Pemilu 2024 mendatang, rakyat Indonesia bakal memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seantero wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk masa periode 2024 – 2029.

Hiruk pikuk menjelang pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut, juga mulai dirasakan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak awal tahun 2023.

Sejumlah figur yang akan ikut bertarung dalam Pemilu 2024 mendatang mulai santer dibicarakan oleh kalangan elit politik, para akademisi, aktivis, mahasiswa dan masyarakat Palopo pada umumnya.

Khusus untuk figur yang bakal bertarung memperebutkan kursi DPRD Kota Palopo periode 2024 – 2029, sudah mulai hangat dibicarakan pada ruang-ruang publik di Palopo ini. Sederet nama para politisi, aktivis, mantan birokrat, akademisi dan pengusaha mulai menjadi topik pembicaraan sejumlah kalangan.

Menariknya, diantara sekian banyak nama calon anggota legislatif (Caleg) yang bakal ikut memperebutkan kursi DPRD Kota Palopo pada Pemilu 2024 mendatang, salah satunya bernama Ir Darsan Dappy ST MM yang selalu menjadi bahan pembincangan masyarakat Palopo.

Menurut mereka, bahwa Darsan Dappy sangat layak untuk didukung sebagai anggota DPRD Palopo. Karena figur tersebut memiliki segudang prestasi, ketika masih aktif sebagai aktivis mahasiswa di Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) pada tahun 1990-an hinggal awal tahun 2000-an.

Kemudian setelah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Darsan Dappy adalah juga menduduki sejumlah posisi jabatan.  Menurut masyarakat Palopo, bahwa Darsan Dappy  selalu dianggap sukses dan amanah dalam menjalankan tugasnya.

Ketika menjabat sebagai Lurah Boting di Kecamatan Wara dan Lurah Salubattang di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Darsan Dappy berhasil menyelesaikan sejumlah masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakatnya.

Ia juga dikenal, sebagai sosok pejabat yang mampu berbaur dan bergaul dengan warganya, untuk semakin mendekatkan pemerintahan dengan rakyat.

Begitupun halnya saat menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (Kabid PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palopo, Darsan Dappy dinilai mampu mengakomodasi dan mengatasi kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian warga yang sering kekurangan air saat turun sawah.

Jadi diantara sekian banyak prestasi yang pernah ditoreh Darsan Dappy saat masih menjadi birokrat di lingkup Pemerintah Kota Palopo, maka selalu menjadi topik pembicaraan di ruang publik. Sebab selalu membuat terobosan yang luar biasa dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang timbul di tengah masyarakat.

Sedangkan diantara prestasi dimaksud, yakni Darsan Dappy dianggap mampu meredam konflik antara kelompok pemuda di Kelurahan Mancani, saat dirinya menjabat sebagai Camat Telluwanua.

Mengenai berbagai prestasi yang pernah ditoreholeh  mantan aktivis kampus yang lebih akrab disapa Dasran ini, khususnya saat meredam kompflik di Kelurahan Mancani, ketika menjadi Camat Telluwanua tersebut, dikemukakan oleh sejumlah aktivis alumni IPMIL saat diskusi santai pada salah satu Warkop di Kota Palopo.

”Bayangkan saja, konflik antara kelompok pemuda di Kelurahan Mancani yang sudah berlangsung selama puluhan tahun, bisa diredam Pak Darsan saat menjabat sebagai Camat Telluwanua. Meski sebelumnya, ada sederet nama Camat Telluwanua, Kapolsek Telluwanua, Dandramil Palopo dan Kapolres Palopo yang berupaya meredam konflik itu, tapi hasilnya selalu nihil. Dan semua bisa diatasi oleh Pak Darsan ketika dipercaya sebagai Camat Telluwanua oleh Pak Walikota Palopo Judas Amir,” tutur sejumlah aktivis alumni IPMIL tersebut.

Menanggapi atas adanya topik perbincangan sejumlah aktivis alumni IPMIL tersebut, maka Darsan pun mengatakan, bahwa semua itu dapat ia lakukan berkat pengalamannya saat masih aktif sebagai Pengurus Besar (PB) IPMIL dan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Makassar pada akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an.

“Semua itu bisa saya lakukan, berawal dari didikan saat kami ditempah menjadi aktivis di HMI dan IPMIL. Kami digembleng oleh para senior, agar dapat memimpin dan bergaul secara positif dengan masyarakat, serta dapat menyelesaikan problem masyarakat disekitar kami,” ujar Darsan pada awak media ini, Minggu (30/7/2023).

Selain itu, mantan Ketua Umum PB IPMIL tersebut mengisahkan, bahwa ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Camat Telluwanua, maka yang pertama muncul dibenaknya adalah bagaimana cara meredam konflik antar kelompok pemuda di Kelurahan Mancani tersebut.

“Namun dengan berkordinasi dengana semua pihak, yakni Kapolsek Telluwanua, Dandramil Palopo, Lurah Mancani, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Akhirnya secara perlahan, konflik di Mancani dapat kami redam dan tidak pernah lagi meletus selama saya jadi Camat Telluwanua,” tuturnya.

Mantan Ketua DPD KNPI Kota Palopo tersebut, juga menuturkan bahwa dirinya senantiasa berbaur dan bergaul dengan masyarakat Telluwanua dan berupaya mengakomodasi berbagai aspirasi mereka. Dan tidak menjadi pejabat anti kritik.

Menurutnya, jika dirinya selalu berbaur dan bergaul dengan masyarakat secara positif. Sehingga kehadiran saya di tengah-tengah mereka bisa memperlancar komunikasi dan interaksi dengan masyarakat.

“Jadi berbagai problem yang di alami warga dapat kita bisa selesaikan bersama, Dan secara tidak langsung maupun langsung, pola seperti itu mendekatkan pemerintahan pada rakyat. Apa lagi selama saya menjadi pejabat di lingkup Pemkot Palopo, saya tidak anti kritik, atau berlagak sebagai pejabat yang arogan,” kenang Darsan.

Lebih jauh mantan Sekretaris Dinas Pertanahan Kota Palopo ini, mengungkapkan jika dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kota Palopo dalam pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2024 mendatang, ia sangat mersa yakin bisa memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat.

“Dengan segudang pengalaman yang saya miliki, baik pengalaman selama kuliah dan menjadi aktivis, serta saat menjadi birokrat di lingkup Pemkot Palopo, maka saya yakin Insya Allah akan bisa lebih memberikan manfaat lebih banyak bagi konstituen saya dan masyarakat Palopo pada umumnya,” ungkap Darsan dengan penuh rasa optimis.

Darsan lanjut menyampaikan, bahwa dirinya memilih pensiun dini sebagai ASN dan bergabung di partai Golkar untuk maju bertarung dalam Pileg periode 2024 – 2029 di daerah pemilihan (Dapil) 3 Kota Palopo yang meliputi wilayah Kecamatan Wara Barat, Mungkajang dan Sendana, agar bisa memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat.

“Saya memilih pensiun dini sebagai ASN meski masa pensiun normal saya masih 9 (sembilan) tahun, dan maju bertarung di Dapil 3 untuk memperebutkan kursi DPRD Kota Palopo periode 2024 – 2029 agar saya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Palopo,” bebernya.

Ia lalu menambahkan, karena sebagai ASN tentu kewenangan yang saya miliki sangatlah terbatas, sehingga untuk membantu masyarakat juga sangat terbatas. “Namun jika terpilih sebagai anggota DPRD Palopo pada periode mendatang sesuai kewenangan yang saya miliki, tentu posisi saya sebagai wakil rakyat akan dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat Palopo,” tandas Darsan.

Penulis : William Marthom

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *