Diterima Baik Pihak Kemenkopolhukam, Bang Foxchy : Kita Bahas Kasus Dugaan Mafia pada Pembebasan Lahan PT Masmindo

News1,593 views

Tabloid SAR – Masyarakat Adat Ranteballa dan Boneposi sangat menaruh harapan besar pada pihak Kemenkopolhukam agar bisa turun tangan untuk mencarikan solusi terhadap carut-marutnya pelaksanaan pembebasan lahan PT Masmindo Dwi Area atau Masmindo yang berlokasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Adapun harapan tersebut telah disampaikan Direktur Eksekutif LSM Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy, saat membahas kasus dugaan mafia pada pembebasan lahan PT Masmindo pada hari ini, Rabu (22/08-2023) dengan pihak Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat No 15 Gambir, Jakarta Pusat.

Seusai pertemuannya di Kantor Kemenkopolhukam tersebut, pegiat LSM yang juga kerap disapa Bang Foxchy tersebut, kepada media ini menyampaikan bahwa sangat diterima baik oleh pihak Kemenkopolhukam. “Kita sangat diterima baik olah Pak Jenderal di Kantor Kemenkopolhukam ini,” tuturnya melalui hubungan handphone-nya dari Jakarta.

Namun jelasnya, kata LSM Pendamping Masyarakat Adat Ranteballa dan Boneposi ini, bahwa Pak Jenderal yang terima kita tadi sangat humble dan begitu familiar serta sangat jauh dari kesan seorang pejabat yang arogan.

“Sepertinya memang belum ada Jenderal yang begitu terbuka dan bersifat low profile seperti Beliau itu. Jadi sangat wajar, apabila rakyat jelata sekalipun sampai tidak susah juga menemui Pak Jenderal  yang satu ini,” ucap Bang Foxchy.

Hanya saja Bang Foxchy menolak mengungkap identitas Jenderal dimaksud pada Kantor Kemenkopolhukam tersebut. “Soalnya itu pesan Beliau agar tidak dimediakan identitasnya,” tukasnya.

Lanjut pegiat LSM yang lebih akrab disapa Bang Ories ini, kita tentunya sangat mengapresiasi sistem pelayanan publik yang begitu prima pada Kantor Kemenkopolhukam yang justru sangat bersifat extra excellent tersebut.

Menurutnya, bahwa Pak Jenderal yang terima kita sangat menjunjung tinggi semangat egalitarianisme. Sehingga kitapun bersama-sama membahas kasus pembebasan lahan PT Masmindo tersebut, dengan semangat kesetaraan argumentasi pula. “Bahkan Beliau pun sangat jauh dari kesan sosok seorang pejabat penting yang bersifat formalitik dalam berdialog,” terang aktivis yang selama ini telah dikenal sebagai simbol pegiat LSM bagi komunitas akar rumput ini.

Saat ditanyakan, bagaimana hasil pembahasan mengenai kasus pembebasan lahan PT Masmindo di Kantor Kemenkopolhukam tersebut?

Jawab Bang Ories, hal itu belum bisa dipublis melalui media. Numun jelasnya, Pak Jenderal yang menerima kita rupanya sudah sangat memahami akar permasalahan pada kasus  pembebasan lahan PT Masmindo, melalui sejumlah surat LSM kita, sebagaimana yang kita telah kirimkan selama ini. “Apalagi Beliau juga sangat paham mengenai regulasi tentang kontrak karya,” imbuhnya.

Yah, kasus dugaan praktik-praktik mafia pada pembebasan lahan PT Masmindo ini, sambungnya, akan terus kita komunikasikan dengan Beliau. “Tentunya kita sangat berharap ada solusi melalui jalur musyawarah dengan pihak perusahaan, sehingga tidak mesti meluncur lebih lanjut melalui ranah hukum,” ucap Bang Ories.

Kita tunggulah respons baik dari pihak top leader perusahaan (PT Indika Energy –red), tambahnya, moga-moga saja tuntutan Masyarakat Adat Ranteballa dan Boneposi tersebut segera pula mendapat respons yang baik.

“Jadi itu harapan kita nantinya, supaya bisa tercapai solusi secara musyawarah dengan pihak perusahaan pertambangan emas tersebut,” pungkas Direktur Eksekutif LSM Pembela Arus Bawah ini.

Penulis : Made/Editor : William Marthon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *