Aktivis Pembela Arus Bawah Kecam Sekelompok Oknum Wartawan Media Tertentu yang Buat Resah Para Kades di Bastem

News814 views

TABLOID SAR – Para kepala desa (Kades) di Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem), Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengaku dibuat resah oleh sekelompok oknum wartawan tertentu. Pasalnya, para Kedes tersebut menyampaikan akan diperas oleh sekelompok oknum wartawan tertentu.

Menurut para Kades di Bastem ini, bahwa salah satu dari anggota kelompok oknum wartawan (off the record) tersebut, awalnya datang untuk bersilaturahim dan juga minta bantuan dana. “Kita sudah kasi bantuan dana yang sewajarnya. Karena datang jauh-jauh, yah itu kita mengerti,” ucap sejumlah Kades di Bastem pada media ini, Sabtu (29/07/2023).

Lanjut sejumlah Kades ini, namun ada lagi beberapa oknum wartawan lainnya yang justru menyusul menelpon kami, untuk meminta uang dengan jumlah jutaan rupiah. “Kalau tidak diberikan, oknum-oknum wartawan tersebut mengancam akan memediakan kegiatan kami di desa,” ujarnya.

Kami mengatakan, bahwa sekelompok oknum wartawan media tertentu sebab selalu berganti-ganti menelpon kami, untuk meminta uang sampai jutaan rupiah. “Jadi kami pikir bahwa oknum-oknum wartawan tersebut adalah satu kelompok untuk berupaya melakukan pemerasan. Jika tidak diberikan, maka mereka mengancam akan memediakan kegiatan kami di desa.”

Sejumlah Kades di Bastem ini, mengemukakan tidak masalah kegiatannya di desa untuk dimediakan. Sebab itulah memang fungsi pers sebagai lembaga kontrol, supaya kami bisa memperbaiki apa yang menjadi temuan dari rekan-rekan pers tersebut.

“Namun jika meminta uang sampai jutaan rupiah, darimana kami ambil uang sebanyak itu. Kalaupun diambil dari anggaran pemerintah desa, lalu bagaimana pula cara kami mempertanggungjawabkannya,” ungkap para Kades ini.

Para Kades di Bastem tersebut mengaku telah pula merekam hasil pembicaraan dengan sejumlah oknum wartawan tertentu yang sangat terkesan memeras tersebut. “Jadi ada rekaman pembicaraan kami dengan sejumlah oknum wartawan tertentu yang sifatnya sudah sangat terkesan memeras itu,” imbuhnya.

Hal inilah, maka kami selaku para Kades di Bastem ini akan meminta advokasi pendampingan pada Aktivis Pembela Arus Bawah. “Apalagi LSM ini sudah menjadi mitra kita selama ini,” harap para Kades di Bastem tersebut.

Hanya saja para Kades di Bastem ini tidak ingin mengungkap identitas wartawan dan nama medianya tersebut. “Namun jelasnya, kami selaku Kades di Bastem ini sangat resah dengan adanya sekelompok wartawan tertentu yang sangat terkesan memaksakan permintaan uang sampai jutaan rupiah,”  beber salah satu Kades minta agar tidak dimediakan.

Menyikapi hal ini, sehingga Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy angkat bicara dan sangat mengecam atas adanya tindakan sekelompok oknum wartawan media tertentu yang sangat diduga membuat resah para Kades di Bastem tersebut.

“Jadi mestinya rekan-rekan wartawan itu profesional saja dalam mendedikasikan profesinya sebagai jurnalis. Kalau terkesan memeras seperti yang dikemukakan para Kades di Bestem tersebut, maka itu bukan lagi namanya wartawan tapi sudah namanya preman,” tandasnya.

Untuk diketahui, bahwa pada Kades di Bastem tersebut merupakan mitra LSM kami. Kami pun sangat siap memberikan advokasi pendampingan. “Apalagi jika memang ada rekaman pembicaraan dengan oknum-oknum wartawan tersebut, maka itu sudah bisa dijadikan sebagai alat bukti pelaporan ke pihak kepolisian,” tutur Bang Foxchy.

“Kita tentunya sangat siap mendampingi para Kades di Bastem tersebut apabila dianggap perlu melaporkan kasus ini di kepolisian,” terang aktivis LSM yang lebih akrab disapa Bang Ories ini.

Perlu pula dipahami, lanjut Bang Ories, bahwa profesi wartawan itu adalah dituntut untuk selalu profesional dalam  mencari dan menyusun berita, baik untuk diterbitkan dalam bentuk media cetak, media elektonik maupun media online yang dilandasi dengan kode etik pers. Bukan mengancam apalagi sangat terkesan melakukan pemerasan.

Menurutnya, apalagi sudah banyak juga oknum wartawan yang dipindana lantaran menyalahgunakan profesisnya sebagai jurnalis, khususnya terkait dengan kasus-kasus pemerasan.

“Jadi adanya keresahan yang dialami oleh para Kades di Bastem akibat dari ulah sekelompok oknum wartawan tertentu, sangat tidak bisa dibiarkan demi menjaga marwah dan nama baik profesi wartawan,” ujar Bang Ories.

Ia pun menambahkan, bahwa LSM kita tidak hanya bermitra dengan para Kades di Bastem tapi sejumlah Kades di wilayah lainnya juga bermitra dengan LSM kita.

“LSM kita sudah pasti akan memberikan advokasi pendampingan terhadap mitra-mitra kita tersebut, jika mendapat masalah dan sepanjang itu bisa dibantu melalui jalur advokasi pendampingan LSM,” pungkas Bang Ories. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *