oleh

Warga Lembang Marinding di Tator Gelar Jumat Bersih, Tradisi Gotong Royong Tetap Dilestarikan

TATOR, Tabloid SAR – Gotong royong adalah salah satu ciri khas bangsa kita di masa lampau. Hanya saja budaya gotong royong kian memudar seiring berkembangnya zaman.

Tradisi bergotong royong dalam masyarakat Indonesia sudah jarang kita jumpai. Bukan hanya di daerah perkotaan, tapi juga sudah merambah masuk wilayah pedesaan.

Baca Juga :

Bekerjasama untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga manusia dan bahu-membahu. Seperti memindahkan atau mengangkat rumah panggung milik warga dan pembuatan rumah secara bergotong royong, sudah nyaris punah.

Beruntung, budaya gotong royong yang teramcam punah ini, masih tetap dilestarikan oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia. Khususnya di Desa atau Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan.

Pasalnya, setiap hari kamis sore Kepala Lembang Marinding, Devi Taba Bangapadang atau perangkat lembangnya berkeliling kampung di wilayah mereka. Untuk mengumumkan seruan bergotong royong kepada warganya.

Alhasil, setiap hari jumat puluhan warga Lembang Marinding bergotong royong untuk menata dan merawat lingkungan, infrastruktur, serta fasilitas umum di wilayah mereka. Tradisi gotong royong tersebut, dikemas dengan kegiatan “Jumat Bersih.”

Berdasarkan patauan wartawan Tabloid SAR menyebutkan, sekitar 100-an orang warga, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki saluran air jalan tani di Dusun Barana, Lembang Marinding pada Jumat, 5 Maret 2021.

Hebatnya karena warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut, tak pandang usia dan jender. Tua – muda dan pria – wanita, ikut ambil bagian dalam kegiatan Jumat Bersih ini. Bahkan tak jarang warga yang berusia sekitar 60 tahunan, juga ikut berpartisipasi.

Kepala Lembang Marinding, Devi Taba Bangapadang mengatakan kegiatan gotong royong di lembang yang dinahkodainya, sejak dahulu kala sudah melakukan hal demikian.

“Sejak dulu, masyarakat Lembang Marinding sudah terbiasa bergotong royong untuk kepentingan bersama. Saya hanya berupaya melestarikan budaya gotong royong ini, dengan mengemasnya dalam bentuk kegiatan Jumat Bersih. Dan Puji Tuhan, rasa persatuan dan kesatuan warga, masih sangat kental, sehingga tradisi bergotong royong tetap dapat kami lestarikan di Lembang Marinding,” kata Devi ketika dikonfirmasi saat hadir di tengah-tengah warganya yang sedang bergotong royong.

Sementara itu, Camat Mengkendek, Yulianus S. Sampelino, yang juga hadir saat warga Lembang Marinding sedang bergotong royong. Menyampaikan apresiasinya terhadap warga setempat.

“Saya salut terhadap warga Lembang Marinding yang hingga kini masih melestarikan budaya gotong royong. Ini adalah salah satu penerapan nila-nilai kearifan lokal yang sudah hampir punah. Namun di lembang ini, masih tetap dijaga dan dipertahankan, serta dilestarikan,” ujar Yulianus mengapresiasi warganya.

Apresiasi terhadap warga Lembang Marinding, tidak hanya disampaikan Yulianus lewat ungkapan dan untaian kata-kata. Camat yang dikenal cukup ramah dan dekat dengan warganya itu, juga menyuguhi warga yang tengah bergotong royong dengan berbagai macam jenis makanan ringan untuk disantap bersama saat istrahat.

Penulis : Ely Malino

Editor : William Marthom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed