oleh

Walikota Palopo Wacanakan Pembangunan Taman Manasik Haji dan Umrah

Sangat Didukung oleh Kalangan Aktivis LSM

 

PALOPO, NEWSTABLOIDSAR.com – Wali Kota Palopo, HM Judas Amir memiliki banyak gagasan yang bersifat visioner untuk mewujudkan Palopo sebagai kota jasa berwawasan modern yang sifatnya berbasis riligi di kawasan utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga :

Namun tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang sudah menjadi budaya dan tradisi adat warisan kebesaran peradaban Payung ri Luwu dari masa silam.

Pada gilirannya, selama Kota Palopo dinahkodai Judas Amir tersebut, maka tampak mengalami kemajuan yang sangat pesat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling berkembang pada kawasan utara di Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Jadi patut dikatakan bahwa Walikota Judas Amir, telah mampu menyulap Palopo sebagai kota jasa berwawasan modern dan berbasiskan nilai-nilai kearifan lokal yang sifatnya bernuansa religi, sebagaimana mottonya sebagai Kota Idaman atau “Indah, Damai dan Nyaman”.

Apalagi Kota Palopo yang pernah menjadi pusat kebudayaan Islam terbesar di Sulawesi Selatan, bahkan se Indonesia Timur. Ketika menjadi Ibukota Kesultanan Islam Luwu. Maka sangat patut untuk mendukung gagasan Walikota Judas Amir, demi mewujudkan wacana pembangunan Taman Manasik Haji dan Umrah tersebut.

Hal mengenai mencuatnya wacana tersebut, terungkap saat orang nomor satu di bekas Ibukota Kesultanan Islam Luwu ini, memimpin pertemuan rencana pembangunan Taman Manasik Haji dan Umrah di Masjid Agung Kota Palopo, pada Selasa (6/10/2020) lalu.

Dimana pertemuan tersebut diawali salat zuhur berjemaah di Masjid Agung Palopo. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, toko masyarakat, dan jemaah Masjid Agung Palopo.

Wali Kota Palopo meminta saran dan masukan terkait rancangan pembangunan Taman Manasik Haji dan Umrah. Pembangunan akan dianggarkan di APBD Perubahan tahun 2020.

“Jika tidak ada syariat yang dilanggar, tidak bertentangan dengan ayat (Alquran) dan hadis nabi, Insyaallah kita akan bangun taman manasik haji dan umrah,” ungkap Judas.

“Ini untuk kepentingan masyarakat kita, sebagai sarana simulasi haji dan umrah,” tambahnya.

Dalam taman manasik haji, akan dibangun sejumlah fasilitas. Ada juga bangunan replika bangunan Suci Kakbah seperti di Mekkah.

Pembangunan sarana manasik haji juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang diantaranya, area lontar jumrah, tawaf, area sa’i, dan gedung konvensi. Terletak lantai 1 Masjid Agung Kota Palopo.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang tinggi. Oleh karena itu, informasi pembukaan kembali aktivitas umrah dan haji setelah sebelumnya ditutup karena pandemi covid-19, membuat banyak warga Sulsel menunggu.

Pelaku travel umrah yang masuk dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) Sulampua, mencatat, setidaknya ada sekitar 3.000 jemaah di Sulsel yang tertunda berangkat. Karena pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih 7 bulan,

Ketua AMPHURI Ardiansyah Arsyad, mengungkapkan informasi terkait pembukaan kembali aktivitas umrah membuat pengelola travel sering mendapat telepon dari warga Sulsel yang menjadi calon jemaah tersebut.

Dia menyebutkan, Pemerintah Arab Saudi memang menyampaikan akan membuka aktivitas umrah untuk sejumlah negara termasuk Indonesia mulai November 2020 mendatang.

“Adapun terkait pembukaan umrah bulan November ini, kita masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, terkait aturan-aturan dan protokol kesehatannya. Itu pun kalau jadi dibuka,” terang Ardiansyah.

DIrektur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy.

Mengenai adanya wacana Walikota Palopo untuk membangun Taman Manasik Haji tersebut, rupanya sangat didukung oleh kalangan aktivis LSM di daerah ini. Salah satunya Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy.

Menurutnya, bahwa Kota Palopo inikan pernah menjadi pusat kebudayaan Islam terbesar di Sulawesi Selatan bahkan se Indonesia Timur, ketika menjadi Ibukota Kesultanan Islam Luwu.

Jadi kita dari kalangan aktivis LSM, tuturnya pada media ini, Kamis (15/10/2020), tentunya sangat mendukung gagasan Pak Walikota untuk mewujudkan pembangunan Taman Manasik Haji tersebut.

“Saya pikir wacana seperti ini mestinya direalisasikan dalam sebuah kebijakan,” kata aktivis yang akrab disapa Bang Ories ini.

Hal ini juga, lanjut ia menyampaikan, selain untuk tempat praktek para calon jemaah haji. Tapi juga dapat menjadi pusat edukasi terhadap nilai-nilai kehidupan Islam bagi generasi kita.

“Namun tentunya pula dapat menjadi tujuan desitnasi wisata religi yang sangat potensial sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah untuk PAD ke depan,” bebernya.

Menurut hemat saya, sebaiknya cari lokasi yang lebih refresentatif untuk pengembangan selanjutnya. “Sebab jika ditempatkan di lingkungan Masjid Agung lokasinya sangat terbatas,” imbuhnya.

Bang Ories lebih lanjut menyampaikan, sebenarnya ada tempat yang bersifat representatif dan sangat strategis, dengan view yang sangat bagus untuk dijadikan lokasi pembangunan Tempat Manasik Haji dan Umrah.

“Kalau itu yang dijadikan lokasinya, maka akan menjadi icon destinasi wisata religi, sekaligus menjadi land mark bagi Kota Palopo yang akan sangat diganrungi wisatawan dari  semua ke depan,” paparnya..

Tutur Bang Ores lagi, jadi itu tinggal dirancang akses jalannya dan penataan landscape serta  perencanaan desain bangunannya untuk disesuaikan dengan pemandangan alam pada lokasi  tersebut. “Saya pikir harga tanahnya juga tidak mahal,” tukasnya.

Aktivis yang satu ini, lalu menambahkan, bahwa dirinya selama ini senantiasa berdialog dengan Pak Wali. Banyak ide-ide beliau yang sangat cemerlang dan menstinya dapat dieksekusi dalam bentuk kebijakan.

“Jadi adanya wacana beliau untuk membangun Taman Manasik Haji dan Umrah tersebut, berupakan sebuah ide yang sangat cemerlang yang sudah semestinya pula dieksekusi dalam bentuk kebijakan,” pungkas Rahmat K Foxchy. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed