oleh

Untuk Optimalkan PAD, Bapenda Palopo Bakal Pasang Sistem Aplikasi Baru dari KPK

PALOPO, Tabloid SAR – Di tengah masih merebaknya pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19), nampaknya membuat pertumbuhan perekonomian menjadi negatif, bahkan patut dikatakan sudah jatuh pada titik nadir.

Sedangkan anggaran pemerintah lebih banyak digelontorkan untuk menanggulangi kasus bencana kesehatan ini. Termasuk digunakan untuk merecovery perekonomian, akibat dari dampak krusial yang ditimbulkan oleh pandemi asal Wuhan tersebut.

Baca Juga :

Namun paling signifikan dampak yang ditimbulkan virus ini, yakni membuat semua jenis skala kegiatan dunia usaha menjadi terpukul. Menyebabkan pemerintah mengalami kerugian yang sangat besar dari sektor pendapatan pajak.

Hal tersebut, maka selama masa pandemi ini tak terlepas pula dialami oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, pun mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajakan. Terlebih masih banyaknya pelaku dunia usaha yang nakal atau tidak jujur dalam membayar pajaknya.

Jadi sehubungan dengan adanya wacana untuk menerapkan ulang Work From Home (WFH) dengan kata lain “Bekerja dari Rumah” atas merebaknya kembali Covid-19 tersebut.

Untuk menyikapi hal seperti ini, maka membuat Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Palopo, akan mengoptimalisasi PAD, dengan cara memasang sistem aplikasi baru dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, selama ini sangat banyak pelaku dunia usaha yang masih nakal atau tidak jujur membayar pajak atas dipasangnya sistem M-Pos atau pajak online. Akibatnya PAD mengalami penurunan yang cukup drastis. Padahal,belangan ini tampak ramai pengunjung warung kopi (Warkop), café dan rumah makan, walau di tengah merebaknya Covid-19.

Hal inilah, sehingga Bapenda Kota Palopo beberapa hari terakhir melakukan Sidak ke sejumlah wajib pajak yang telah dipasangi sistem M-Pos dalam bentuk pajak online sebesar 10 persen yang dipungut dari pengunjung.

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (12/9/2020) malam, tim gabungan melakukan Sidak dengan mendatangi sejumlah warkop dan cafe yang ada di kota Palopo. Tim dipimpin Kepala Bapenda, Abdul Waris. Nampak pula Sekda, Firmanza dalam kegiatan Sidak tersebut.

Jadi melalui kegiatan Sidak tersebut, maka terdapat beberapa wajib pajak yang didatangi tim gabungan, yakni Warkop Solata, Coffee Bisang, The Icon Cafe, Rabbids Cafe, Enzyme Cafe dan lain-lainnya.

Kepala Bapenda Kota Palopo, Abdul Waris pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengantian sistem M-Pos dengan sistem aplikasi baru dari KPK.

Soalnya, tutur Abdul Waris, dengan menggunakan sistem M-Pos atau pajak online selama ini, masih banyak pelaku usaha yang nakal atau tidak jujur membayar pajaknya.

“Hal itulah, sehingga sistem M-Pos yang jumlahnya 130 yang sudah terpasang selama ini, maka dalam waktu dekat ini akan kita tarik kembali,” tuturnya.

Dari total sistem M-Pos tersebut, tuturnya lagi, itu selama ini dipasang pada rumah-rumah makan, hotel atau wisma dan penginapan, Warkop dan café yang tersebar di dalam Kota Palopo.

Kita mau transparan, lanjut Abdul Waris, makanya kita akan gantikan dengan sistem aplikasi terbaru dari KPK, supaya tidak ada lagi saling curiga. “Jadi dengan sistem aplikasi baru itu nantinya, diharapkan dapat mengoptimalkan PAD di tengah pandemi,” tukasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa maksud ketidak jujuran jika menggunakan sistem M-Pos, sebab wajib pajak sangat memiliki peluang untuk memanipulasi pembayaran pajak onlinenya.

Cara mereka memanipulasi pajaknya, tutur Abdul Waris lagi, sebab mereka punya sistem sendiri. Diinput di sistemnya dan kemudian diinput lagi di M-Pos yang kita pasang. “Jadi dua kali penginputan,” imbuhnya.

Hal itulah, sambung mantan Camat Wara Utara itu, maka kadang tidak sama yang diinput di sistem mereka, dengan yang diinput di sistem kita. “Harusnya kan disamakan,” ucapnya.

Lalu dia menambahkan, maka ke depan kita hanya menggunakan satu sistem saja. “Jadi dengan menggunakan sistem aplikasi baru dari KPK tersebut, akan langsung terintegrasi dengan sistem yang kita miliki, termasuk ke KPK sehingga bisa dengan mudah dipantau,” pungkas Kepala Bapenda Kota Palopo tersebut.

Melalui kegiatan Sidak ini, maka tim gabungan tersebut, tidak lupa pula menyampaikan kepada wajib pajak dan para pengunjung Warkop dan lain-lainnya, agar senantiasa menerapkan social distancing, menurut standar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed