Ternyata Salah Satu Desa di Soppeng Menjadi Titik Tengah Indonesia

  • Whatsapp
terdapat batu yang menutupi sebuah lubang yang ada dibawah tanah yang merupakan penanda titik tengah indonesia berada

SOPPENG, Tabloid SAR – Tahu kamu dimana letak pasti titik tengah Indonesia? Untuk mengetahui jawabannya ternyata bisa dilakukan dengan cara simpel.

Pertama, ambil peta Indonesia lalu lipat secara horizontal dan vertikal. Titik pertemuan lipatan tersebut tidak lain ialah titik tengah Indonesia.

Lantas, apakah kamu sudah tahu nama tempat tersebut? Simak informasinya di bawah ini.

Titik tengah Indonesia yang dikenal oleh banyak orang berada di Kota Makassar, sebetulnya masih belum akurat. Seperti yang dilansir melalui laman Bugiswarta dan Liputan 6, titik tengah Indonesia tidak lain berada di Desa Umpungeng yang berada di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Desa Umpungeng merupakan suatu dusun terpencil yang berlokasi sekitar 100 km dari sebelah Utara Kota Makassar dan 10 km sebelah Barat Daya dari Ibu kota Kabupaten Soppeng. Di desa ini, terdapat suatu wilayah yang dijuluki sebagai “posi’na tanae” yang dalam bahasa bugis berarti pusar (pusat) tanah. Wilayah ini telah digunakan sebagai tempat pelantikan Bupati Kabupaten Soppeng yang baru, Bapak H. Andi Kaswadi Razak tahun lalu.

Wilayah tersebut merupakan tanah lapang yang dibatasi oleh bebatuan besar yang membentuk lingkaran. Di tengah-tengah tanah tersebut, terdapat batu yang menutupi sebuah lubang yang ada dibawah tanah yang merupakan penanda titik tengah indonesia berada. Menurut penuturan penduduk setempat, lubang tersebut tidak memiliki dasar sehingga penduduk terdahulu harus menutupinya dengan batu besar.

Dengan dibatasi oleh pagar kecil, pengunjung diperbolehkan untuk melihat lebih dekat bahkan menyentuh batu tersebut. Uniknya, menurut salah satu pengakuan penduduk setempat, hanya di tanah tersebut rerumputan dapat tumbuh dengan baik, sehingga pengunjung diarahkan untuk lebih berhati-hati ketika menginjakkan kaki disana.

Hanya saja desa ini masih sulit untuk diakses oleh beberapa orang yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat dikarenakan jalanan yang tidak rata dan curam.

Tak hanya dikenal sebagai ‘The Center Point of Indonesia’.

Pernah mendengar istilah kota batman yang berada di Indonesia? Kota tersebut tidak lain adalah Kota Soppeng yang merupakan kota tertua dalam sejarah lontara bugis. Kota Soppeng yang berjarak sekitar 170 km dari Kota Makassar ini, merupakan salah satu kota yang sangat berpengaruh dalam sejarah kerajaan Bugis. Kelelawar yang menjadi salah satu ikon kota ini, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.

Uniknya, kelelawar yang berada di kota ini berjumlah ratusan dan memenuhi seluruh pohon yang berjejeran di pusat kota. Penduduk mempercayai bahwa keberadaan kelelawar yang berada di pusat kota ini bukan hanya sekedar ciri khas dari kota Soppeng, melainkan kelelawar tersebut juga merupakan “penjaga” bagi penduduk setempat. Penduduk meyakini, apabila kelelawar tersebut terbang meninggalkan wilayah kota, maka hal tersebut merupakan pertanda akan datangnya suatu bencana sekaligus peringatan kepada penduduk untuk mengungsi.

Selain itu, Villa Yuliana menjadi landmark Kota Soppeng, hanya ada 2 di dunia.

 

Bangunan yang telah berusia ratusan tahun ini merupakan bangunan peninggalan bangsa kolonial Belanda yang didirikan sebagai bentuk persembahan kepada Ratu Yulliana yang merupakan Putri Mahkota Kerajaan Belanda. Villa ini sengaja dibangun untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan Ratu Belanda yang berkuasa masa itu, Ratu Wilhelmina yang hendak berkunjung ke Kota Soppeng. Namun, gencarnya aksi pemberontakan yang dilakukan penduduk setempat pada masa itu, tidak memungkinkan kedatangan Ratu Wilhelmina dapat terlaksana.

Bangunan ini hanya terdapat dua di dunia yaitu yang asli berada di Nederland, Belanda dan yang kedua adalah hasil replika yang dibangun di Kota Soppeng, Sulawesi Selatan. Arsitektur bangunan yang memadukan nuansa eropa dan bugis ini merupakan landmark yang berada di pusat kota Soppeng. Villa Yuliana yang juga dikenal sebagai “Museum Latemmamala” merupakan suatu bukti nyata bahwa kota ini pernah dikuasai oleh bangsa Belanda dan menjadi salah satu bukti sejarah yang tak lekang oleh waktu. Menarik, bukan?

Editor: Heri

Pos terkait