oleh

Surat Pembaca : Mempertanyakan Penggeloaan Anggaran “Kehumasan” Pada Pemkab Lutra?

Ketgam : karikatur ilustrasi / dok News Tabloid SAR

Sejumlah Insan Pers dari Masamba Sampaikan Keluhannya pada Sekretariat Aktivis Pembela Arus Bawah Wilayah Luwu Raya

Dengan hormat,

Baca Juga :

PALOPO. -Sejumlah jurnalis (off the record) dari Masamba pada hari Selasa (27/11/2018) datang bertandang ke Sekretariat Aktivis Pembela Arus Bawah Wilayah Luwu Raya di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Kedatangan para agent sosial control ini, menyampaikan keluhannya, sebab menganggap Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Pemkab Lutra) sangat tidak respektif dalam menjalin kerjasama pers. Bahkan justru menilai Bagian Humas Pemkab Lutra cenderung diskriminatif dalam menjalin semangat kemitraan dengan pers, dengan hanya mengakomodir beberapa media tertentu saja.

Seperti sekarang ini, mereka mengeluhkan mengenai jasa infotorial belum dibayarkan padahal sudah menjelang tutup buku tahun anggaran 2018, yang kemudian, mereka sangat mengharapkan agar pihak Aktivis Pembela Arus Bawah dapat mengambil sikap untuk menelisik anggaran kehumasan di Pemkab Lutra. Soalnya anggaran kehumasan untuk tahun 2018 ini sangat tidak transparan.

Hal tersebut, kemudian dijawab oleh Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah. Rahmat K. Foxchy, sambil bertanya bahwa bukannya anggaran kehumasan di Pemkab Lutra tahun 2018 ini jumlahnya kurang lebih sebesar Rp. 1,3 miliar. Lalu kenapa teman-teman insan Pers di Lutra masih juga mengeluhkan pelayanan kemitraan pada Bagian Humas Pemkab Lutra tersebut.

Rahmat K Foxchy, yang akrab disapa Bang Ories ini, kemudian menyampaikan, bahwa di Humas Pemkab Luwu saja anggarannya hanya Rp. 250 juta, tapi semua pers merasa puas dengan pelayanan kemitraan di Humas Pemkab Luwu tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed