Soal Korupsi DAK Diduga Libatkan Bupati Enrekang dan Putranya

oleh
Bupati Enrekang, Muslimin Bando dan putranya yakni anggota DPR RI, Mitra Fachrudin diduga terlibat dalam kasus korupsi DAK 2015.

Pemuda Asal Enrekang Harapkan Pihak Aktivis Pembela Arus Bawah Agar Dapat Bersikap

Berbagai kalangan dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sangat mengharapkan agar pihak Aktivis Pembela Arus Bawah dapat pula mengambil sikap, atas kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 senilai Rp39 miliar.

Pasalnya, kasus korupsi DAK tersebut untuk pembiayaan proyek pembangunan bendung jaringan air baku Sungai Tabang yang berlokasi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulsel, diduga melibatkan Bupati Enrekang, Muslimin Bando dan putranya yakni anggota DPR RI, Mitra Fachrudin dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Salah satunya adalah kalangan pemuda dari daerah yang dijuluki Massenrempulu (Maspul) tersebut. Melalui perwakilannya bernama Mirwan, mendatangi kantor Redaksi Tabloid SAR pada Sabtu (21/12/2019) sangat mengharapkan pada pihak Aktivis Pembela Arus Bawah agar dapat bersikap untuk mendorong pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, supaya tidak melindungi dugaan keterlibatan Bupati Enrekang dan putranya tersebut.

Menurut pemuda asal Enrekang ini, bahwa dirinya sudah lama ingin menemui Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy (Bang Ories) guna membahas kasus mega korupsi di Kabupaten Enrekang tersebut. Namun selalu tidak ada kesempatan, akibat Beliau sangat sibuk dengan agenda-agendanya sebagai aktivis LSM.

Sebenarnya, kata Mirwan, kami sudah cukup lama ingin menemui Bang Ories. “Alhamdulillah, akhirnya kita dapat ketemu dan kita juga sudah membahas atas belarut-larutnya penanganan pihak Kejati Sulsel terhadap kasus korupsi tersebut,” tuturnya dan juga didampingi dua temannya itu.

Lanjut ia mengemukakan, bahwa Bang Ories sudah sangat dikenal reputasinya dalam mengungkap dan mendorong proses hukum sejumlah kasus korupsi pejabat tinggi di daerah. Salah satunya adalah kasus korupsi yang melibatkan mantan Sekda Toraja Utara, Lewaran Rantela’bi.

Kami senantiasa memantau selama ini, tuturnya lagi, mengenai sepak terjang LSM yang dinahkodai Bang Ories ini. “Ya, reputasinya sudah teruji dalam mempressur sejumlah kasus korupsi,” ucap dia.

Jadi dengan alasan itulah, lanjut Mirwan menyampaikan, sehingga kami menemui Bang Ories agar dapat pula mempresur pihak Kejati Sulsel, supaya tidak berlarut-larut dalam memproses kasus korupsi DAK Kabupaten Enrekang tersebut.

Menyikapi hal ini, Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy mengaku akan segera menyurati Jaksa Agung agar pihak Kejati Sulsel serius mengusut dugaan keterlibatan Bupati Enrekang dan putranya dalam kasus korupsi DAK itu.

Aktivis LSM yang akrab disapa Bang Ories ini menyampaikan kesiapannya untuk mengawal proses hukum kasus korupsi tersebut.

“Apalagi kasusnya, tambahnya, sudah naik pada tahap penyidikan. “Jadi itu mesti didorong bersama-sama agar semua yang diduga terlibat dapat dijerat menurut ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *