oleh

Soal Kebijakan Penetapan Standar Ganti Rugi Tanah di Lokasi Tambang Emas PT MDA, Bupati Luwu : Itu Kewenangan Provinsi

Basmin Dukung Gagasan Pembentukan Asosiasi Pengusaha Latimojong

 

LUWU, TABLOID SAR – Berkembang informasi bahwa hanya tinggal menunggu kebijakan Bupati Luwu, atas kebijakan penetapan harga pembebasan lahan masyarakat di lokasi tambang emas PT. Masmindo Dwi Are (MDA).

Pasalnya, sebab perusahaan tambang emas yang akan beroperasi di wilayah kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu itu, disebut-sebut sudah memiliki kelengkapan perizinan yang dipersyaratkan untuk segera mengekspolitasi kandungan tambang emas pada kawasan pegunungan di daerah yang dijuluki Bumi Sawerigading ini.

Hanya saja belum adanya kebijakan penetapan standar harga ganti rugi tanah dari Bupati Luwu, menyebabkan perusahaan ini belum bisa melakukan progres pembebasan lahan masyarakat di dalam lokasi kontrak karya perusahaan awak mas tersebut.

Namun informasi seperti ini, kemudian diluruskan oleh Bupati Luwu, H Basmin Mattayan saat ditemui awak media ini, Senin (19/04/2021) kemarin, di Rumah Jabatan Bupati Luwu yang beralamat di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.

Mengenai adanya informasi seperti ini, kata Basmin, maka sangat perlu saya luruskan, supaya tidak berkembang lebih jauh bahwa bupati menghalang-halangi progres kegiatan penambangan PT Masmindo Dwi Area.

“Jadi penetapan standar ganti rugi harga tanah masyarakat di lokasi tambang emas PT Masmindo Dwi Area, itu kewenangannya pemerintah provinsi, sebab Dinas Pertambangan adanya di provinsi,” terang Bupati Luwu dua periode tersebut.

Menurutnya, sekiranya Dinas Pertambangan masih ada di kabupaten, saya sudah pasti akan mengambil langkah cepat, sebab saya sangat mendukung PT Masmindo Dwi Area agar segera melakukan kegiatan ekspolitasi tambang di lokasi kontrak karyanya tersebut.

Lanjut ia menyampaikan, saya justru mendorong pihak PT Masmindo Dwi Area supaya tidak berlarut-larut melakukan kegiatan ekspolitasi. “Kita sangat butuh investor untuk kemajuan dan mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Apalagi sudah ada PT Masmindo Dwi Area, kata Basmin lagi, sebab mencari investor itu susah. “Ya, jadi kita harus dukung itu PT Masmindo Dwi Area, agar segera merealisasikan progres kegiatan ekspolitasi tambang emasnya,” pungkasnya.

Bupati Luwu ini juga sangat mendukung gagasan Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy atas rencananya untuk membentuk Asosiasi Pengusaha Latimojong. “Ya, itu ide cemerlang ndik dan sangat saya dukung, supaya segera dibentuk asosiasi tersebut,” harapnya.

Jadi asosiasi ini nantinya yang menjalin partnership dengan pihak PT Masmindo Dwi Area, untuk lebih memberdayakan para pengusaha lokal, jika perusahaan tambang emas di Kecamatan Latimojong tersebut nantinya sudah melakukan tahapan konstruksi dan terlebih saat melakukan kegiatan eksploitasi.

“Jadi segera bentuk asosiasi itu ndik, supaya menjadi wadah para pengusaha lokal dalam menjalin kerjasama sebagai rekanan pada perusahaan tambang emas PT Masmindo Dwi Area,” ucap Bupati Luwu ini pada aktivis LSM yang lebih akrab disapa Bang Ories tersebut.

Adapun ulusan berita terkait, lebih jelasnya dapat dibaca melalui terbitan Tabloid SAR edisi cetak berikutnya. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed