oleh

Setelah Soroti Dugaan Korupsi pada Distarcip, Aktivis Pembela Arus Bawah Ajak Masyarakat Kota Palopo Ungkap Isu-Isu Dugaan Korupsi

Catatan dari Redaksi

 

Terungkapnya kasus dugaan korupsi korupsi proyek jaringan pipa pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Palopo, sebagaimana selama ini ditangani pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga :

Terlebih dengan ditahannya ke 7 tersangka, terkait dugaan korupsi pada proyek dengan kontrak kerja senilai Rp15.017.655.000 tersebut, sehingga pihak Polda Sulsel mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Begitu pun halnya pihak kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, sehingga tak terlepas pula memperolah apresiasi dari berbagai kalangan, atas komitmennya selama ini dalam menyoroti dugaan korupsi yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016 tersebut.

Adapun berbagai kalangan yang memberikan apresiasi terhadap kelompok aktivis LSM ini, justru terdapat sejumlah pejabat dan mantan pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo. Hanya saja mereka tidak ingin disebut namanya, dengan alasan etika birokrasi.

Bahkan mereka sangat berharap banyak pada kelompok aktivis LSM ini, agar terus berupaya untuk mengungkap berbagai isu korupsi lainnya di Kota Palopo ini, sebagaimana yang sudah menjadi wacana publik selama ini.

Menurut mereka, bahwa hanya Aktivis Pembela Arus Bawah, merupakan satu-satunya kelompok aktivis LSM yang dapat diandalkan dedikasinya sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang senantiasa menyuarakan agenda-agenda pemberantasan di Kota Palopo ini.

Mereka menyampaikan apresiasi dan harapannya tersebut pada redaksi Tabloid SAR baik melalui hubungan komunikasi telepon selulernya masing-masing maupun melalui komunilasi chat WhatsApp dan messenger facebook.

Hal tersebut, lantaran mereka senantiasa membaca berita-berita korupsi pada Tabloid SAR baik itu dalam bentuk edisi cetak (terbit dua kali sebulan) maupun melalui edisi online pada website : https://newstabloidsar.com/.

Alasan mereka, sebab melalui media ini, menjadi panggung kelompok aktivis LSM tersebut, untuk senantiasa pula menyoroti sejumlah isu-isu dugaan korupsi di Kota Palopo ini. Terlebih sorotannya yang begitu tajam pada pihak Polda Sulsel yang dianggap sangat bersifat kontroversial terhadap penahanan dugaan korupsi proyek jaringan pipa pada Distarcip Kota Palopo tersebut.

Pasalnya, akibat pihak penyidik Dirkrimsus Polda Sulsel tidak ikut menyeret pihak Pengguna Anggaran (PA) dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 5.543.391.996, menurut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal tersebut, sebagaimana berita sorot kelompok aktivis LSM ini yang dirilis melalui media online Tabloid SAR, berjudul : Soal Kontroversi Penahanan 7 Tersangka Dugaan Korupsi pada Distarcip Kota Palopo, Aktivis LSM Surati Kapolri dan Jaksa Agung.

Tidak hanya kalangan birokrat dan mantan birokrat di Pemkot Palopo yang mengapresiasi pemberitaan ini. Namun juga sejumlah tokoh dari berbagai lapisan masyarakat di kota ini. Bahkan apresiasipun berbagai kalangan dari sejumlah dearah dan kota lainnya, seperti dari Makassar.

Sedangkan sejumlah tokoh dari berbagai lapisan masyarakat di Kota Palopo tersebut, pada setiap kesempatan berdialog dengan wartawan Tabloid SAR di Warkop-Warkop. Pun sangat mengharapkan pada kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, supaya terus konsisten untuk mengungkap dan menyoroti kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Palopo ini.

Jika demikian halnya, maka marilah kita bersama dengan kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, untuk saling berkontribusi dalam mengungkap isu-isu dugaan korupsi, demi wujudkan penyelenggaan good and clean government atau pemerintahan yang baik dan bersih di lingkup Pemkot Palopo ini.

Alasannya, sebab agenda pemberantasan korupsi sama sekali tidak cukup, jika hanya sebatas untuk disuarakan. Akan tetapi lebih membutuhkan aksi nyata keterlibatan masyarakat yang bersifat pro aktif, dalam melaporkan setiap kejadian dugaan korupsi kepada pihak APH berwenang.

Tentunya kelompok aktivis LSM ini, menurut kemampuan sumber daya yang dimilikinya, akan senantiasa siap mengawal setiap kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat pada pihak APH berwenang. Soalnya korupsi memang harus dilawan melalui semangat kebersamaan, karena sudah menjadi musuh bersama bagi peradaban umat manusia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed