Semarakkan Event FKN XIII Kedatuan Luwu

Kabag Humas Pemkab Luwu Ajak Masyarakat Diaspora Wija to Luwu Kembali Bangun Kampung

Bupati Luwu, H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak.
Kabag Humas Pemkab Luwu, Ansir Ismu.

LUWU, Tabloid SAR – Event Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Kedatuan Luwu diharapkan dapat pula dihadiri oleh kalangan Wija to Luwu di perantauan.

Pasalnya event berskala internasional ini, masih harus menunggu tiga generasi ke depan, baru Kedatuan Luwu dapat kembali menjadi tuan rumah.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Ansir Ismu pada Tabloid SAR, Kamis (05/09/2019) di ruang kerjanya.

”Ya, kita mengajak masyarakat diaspora (perantau -red) dari kalangan Wija to Luwu agar dapat kembali untuk turut menyemarakkan event FKN XIII Kedatuan Luwu,” tuturnya.

Itu merupakan harapkan kita di Pemkab Luwu ini, tuturnya lagi, sebab kehadiran kalangan Wija to Luwu dari perantauan, untuk menjadikan event FKN 2019 sebagai ajang silaturahim dengan keluarga di kampung halaman. Sekaligus untuk menyaksikan secara langsung pagelaran budaya terbesar secara nasional ini.

Hal yang paling penting lagi di sini, lanjut mantan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palopo tersebut, khususnya bagi masyarakat diaspora Wija to Luwu yang berprofesi sebagai pengusaha di perantauan, supaya dapat menginvestasikan modalnya di Kabupaten Luwu ini.

Menurutnya, bahwa Kabupaten Luwu di bawah kepemimpinan Bapak Bupati H Basmin Mattayang dan Bapak Wakil Bupati Syukur Bijak akan semakin mengakselerasi pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok desa.

Lanjut ia menuturkan, jadi itu merupakan sebuah peluang bagi pengusaha dari kalangan Wija to Luwu di perantauan, untuk kembali berinvestasi dalam berbagai bidang usaha. Seperti mengembangkan usaha tanaman agrokultur atau hortikultura pada umumnya, industri kerajinan dan kepariwisataan serta lain-lainnya.

Apalagi kepemimpinan Bapak Bupati H Basmin Mattayang dan Bapak Wakil Bupati Syukur Bijak, tutur Ansir Ismu lebih lanjut, untuk lima tahun ke depan akan memprogramkan wilayah kecamatan di pegunungan untuk dijadikan sebagai kawasan agrowisata. Yakni Kecamatan Latimojong, Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem) dan Kecamatan Basse Sangtempe Utara (Bastura).

“Jadi tentunya sangat beragam sektor usaha akan tumbuh atas dikembangkannya program agrowisata tersebut,” ucapnya.

Ansir Ismu lanjut menjelaskan, bahwa di mana ketiga wilayah kecamatan di pegunungan tersebut, saat ini sudah mulai dikerjakan pembangunan infrastruktur jalannya.

Salah satunya yang sementara dibangun, sambung dia, adalah jalan poros yang menghubungkan Bandara Lagaligo di Bua dengan Toraja Utara. “Dimana pembangunan jalan poros ini nantinya, akan dibuat dua jalur atau berjenis jalan bypass,” tukasnya.

Ia juga mengemukakan, begitupun halnya dengan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Luwu ini, tak kalah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan dalam berbagai skala dunia usaha.

Kembali Ansir Ismu menyampaikan harapannya, pada kalangan Wija to Luwu perantauan agar dapat memanfaatkan moment event FKN ini, sebagai ajang bersilaturahim dan bernostalgia dengan keluarga di kampung halaman sendiri.

Tentunya pula, lanjut ia mengemukakan, selain dapat bersilaturahim dengan Bapak Bupati H Basmin Mattayang atau Bapak Wakil Bupati Syukur Bijak, untuk berdialog dan melihat langsung tentang program pembangunan Kabupaten Luwu selama lima tahun ke depan.

“Jadi dari situlah kalangan Wija to Luwu dari perantauan, kemudian dapat mengeketahui bahwa investasi apa yang cocok untuk dibawa pulang ke kampung halaman sendiri, dalam rangka bersama-sama memajukan perekonomian daerah,” paparnya.

Kemudian ia menambahkan, apalagi cukup banyak dari kalangan Wija to Luwu di perantauan yang sukses sebagai pengusaha.

“Semoga saja mereka dapat memanfaatkan peluang-peluang bisnis tersebut, seiring dengan kemajuan pembangunan di daerah kita ini,” tandas Kabag Humas Pemkab Luwu tersebut.

Untuk diketahui bahwa adapun event FKN XIII Kedatuan Luwu ini, akan diselenggrakan dari tanggal 06 sampai dengan 13 Septembar 2019, dihadiri para raja, sultan dan ratu se-Nusantara dan sejumlah raja dari luar negeri. (Ories)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *