Sekdikbud Luwu: Tahap Satu Peserta Didik Boleh Ambil Materi Seminggu Sekali di Sekolah

PENDIDIKAN76 views

LUWU.NEWSTABLOIDSAR.com – Seri diskusi terkait pendidikan di masa pandemi Covid-19, digelar Jurnalis Luwu Community (JLC), di Warkop Wija’ To Luwu (WTL), Jumat (14/8/2020).

kali ini, kegiatan yang mengusung tema “Nasib Pendidikan Luwu di Tengah Pandemi Covid-19 menghadirkan tiga Narasumber, salah satunya adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdikbud), Muhammad Yusuf.

Dalam pemaparannya, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa jika pihaknya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini telah mengambil langka awal, dmna merupakan jawaban dari keluhan masyarakat terkait siswa yang tidak mampu mengakses pembelajaran secara virtual atau daring (Online).

“Untuk sementara ditahap satu ini, kita sudah memperbolehkan para peserta didik, mengambil materi disekolah masing-masing, namun itu berlaku hanya sekali dalam seminggu,” Jelasnya Muhammad Yusuf.

Meski demikia, lanjut Sekdikbud Kabupaten Luwu itu, kembai menjelaskan bahwa, langkah tersebut, adalah awal dari solusi bersama agar para siswa dan siswi tidak ketinggalan mata pelajaran, untuk selanjutnya melangkah ke tahap kedua.

“Jika dalam penerapan nantinya mereka (anak didik) masih menerapkan displin protokol kesehatan, maka kita lanjutkan ketahap kedua,tentunya itu juga kita telah koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Luwu,” paparnya.

Lebih jauh Ia Menjelaskan Jika tahapan itu bisa berjalan sesuai dengan keinginan, belajar tatap muka akan dilakukan dengan mengikuti serta mematuhi segala bentuk protokol kesehatan dan tentunya se izin para orang tua siswa.

“Begitulah tahapan-tahapan yang sekarang kami lakukan, karena kami juga mengikuti rambu-rambu dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI),” kunci Yusuf.

Sekadar diketahui, Sekretaris JLC Luwu, Andri Islamuddin mengatakan bahwa digelarnya diskusi publik tersebut bertujuan untuk memutuskan keresahan para orang tua peserta didik terkait proses belajar mengajar daring atau online yang dianggap memberatkan.

Hal inilah yang kita angkat di permukaan dalam sebuah diskusi santai dengan tetap menghadirkan narasumber langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu. (Sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *