Bupati Basmin Sangat Senang Terima Amanah Sebuah Pena Berlapis Emas

  • Whatsapp
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang saat menerima amanah sebuah pena emas berlapis emas dari Pimpinan Tabloid SAR, Rahmat K Foxchy.

LUWU, Tabloid SAR – Almarhum Johan pada masa hidupnya sangat mengapresiasi kepemimpinan Bupati H Basmin Mattayang pada periode pertamanya memimpin Luwu, yakni dari tahun 2004 sampai dengan tahun-2009.

Pasalnya, sebab pada periode pertamanya itu, Kabupaten Luwu baru pindah ibukotanya ke Belopa. Akibat terjadinya pemekaran Kota Palopo menjadi sebuah daerah otonomi. Patut dikatakan, Kabupaten Luwu pada saat itu justru kembali pada titik nol,

Apalagi ketika itu, Basmin hanya efektif memimpin Luwu di Kota Belopa sekitar kurang lebih selama 3,5 tahun. Karena pada awal pemerintahannya hampir setahun masih berkantor di Kota Palopo. Lalu maju Pilkada 2019, maka harus pula mundur jadi jabatannya sebagai bupati, enam bulan sebelum masa periodenya berakhir.

Akan tetapi di bawah kepemimpinan bertangan dingin Bupati Basmin, walau hanya memerintah dalam waktu singkat atau kurang lebih 3,5 tahun. Namun mampu membuat pembangunan di Kabupaten Luwu yang sangat pesat. Bahkan infrastruktur perkantorannya, justru lebih megah dibanding banyak daerah lainnya yang sudah lama terbentuk.

Hal itulah, sehingga almarhum Johan pada masa hidupnya dikenal sebagai pengusaha Rumah Makan Malaja di Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Saat mengetahui, bahwa Basmin akan kembali bertarung untuk kedua kalinya pada Pilikada langsung pada tahun 2013, lalu menyiapkan sebuah pena emas.

Hanya saja pada Pilkada Luwu enam tahun lalu, Basmin kembali dikalahkan oleh A Mudzakkar untuk kedua kalinya. Karena pena emas ini, memang tujuannya untuk diserahkan pada Basmin tapi urung dilaksanakan.

Seiring dengan perputaran roda waktu, sebelum meninggal pada tahun 2015 lalu. Johan pun menyampaikan amanah pada istrinya bernama Hj Mahramah yang saat ini selaku Kepala SDN 62 Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Kepala SDN 62 Lare-Lare, Hj Marhamah (tengah) bersama kedua anaknya, merupakan keluarga almarhum Johan selama hidupnya mengelola Rumah Makan Malaja di Karang-Karangan, Kecamatan Bua.

Ia pun berpesan, apabila Pak Basmin masih berniat maju kembali untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Luwu pada Pilkada 2018. Lalu terpilih, maka serahkan pena emas ini pada beliau (Basmin –red). “Saya punya prediksi pak Basmin akan kembali menjadi Bupati Luwu,” tutur Marhama menirukan ungkapan suaminya saat masih hidup.

Menurut Hj Marhamah, suami saya sangat yakin Pak Basmin akan kembali terpilih jadi bupati, apabila kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Luwu pada Pilkada 2018. “Jadi apa yang pernah diprediksikan suami saya tersebut, ternyata menjadi sebuah kenyataan dan beliau sekarang terbukti kembali menjadi bupati,” ucapnya.

Hal itulah, kata Hj Marhamah, sehingga sebuah pena berlapis emas itu, saya titipkan sama Pak Rahmat K Foxchy sebagai amanah, untuk menyerahkannya pada Pak Bupati Basmin. Karena memang itulah amanah suami saya, sebelum suami saya meninggal dunia.

Mendasari amanah almarhum Johan tersebut, akhirnya Pimpinan Tabloid SAR, Rahmat K Foxchy menyerahkan sebuah pena tersebut pada Bupati Luwu, H Basmin Mattayang di ruang kerjanya, Senin (4/11/2019).

Saat menyerahkan pena tersebut, Rahmat yang juga dikenal sebagai aktivis anti korupsi ini, menyampaikan bahwa pena berlapis emas ini adalah amanah dari almarhum Pak Johon, khusus untuk diserahkan pada Opu (sapaan akrab Bupati H Basmin Mattayang) apabila kembali menjadi Bupati Luwu.

“Karena Opu sudah kembali memimpin Luwu untuk periode kedua kalinya. Jadi menurut amanah almarhum Pak Johan, sehingga saya menyerahkan sebuah pena berlapis emas ini,” kata aktivis LSM yang juga akrab disapa Bang Ories itu.

Adapun pena berlapis emas ini, kata Bang Ories lebih lanjut, sebagai bentuk apresiasi dari almarhum Pak Johan semasa hidupnya, atas pesatnya kemajuan pembangunan Luwu, ketika Opu menjadi bupati pada periode pertama lalu.

“Tentunya pena ini, untuk menyimbolkan diri Opu Basmin sebagai sosok seorang pemimpin bersifat visioner dan merakyat yang akan mengukir kemajuan pembangunan Luwu, untuk menuju sebuah peradaban emas di masa akan datang,” ujar Bang Ories, sembari menyerahkan pena ini kepada Bupati Luwu periode 2019-2024 tersebut.

Saat menerima pena ini, Basmin lalu menjawab dengan gayanya sangat familiar itu. Ucapnya, bagus sekali penanya ini ndik, jadi sampaikan rasa terima kasihku pada keluarga almarhum atas penghargaannya ini.

Lanjut ia menyampaikan, saya sangat senang mendapat pena ini dan juga sangat terharu. Apalagi Pak Johan itu teman baik saya, tapi ternyata sudah meninggal. “Apalagi istrinya itu adalah sepupu juga, jadi sampaikan salamku pada istrinya,” terangnya.

Terlebih lagi pena ini, sambung Basmin, merupakan sebuah amanah, tentunya semakin memberikan spirit dan motivasi bagi bagi saya bersama Pak Wakil Bupati Syukur Bijak, untuk membangun Luwu yang lebih baik dan lebih maju lagi ke depan.

“Jadi pena ini akan saya gunakan pada setiap acara kenegaraan, pada setiap kesempatan diundang ke Istana Presiden. Karena cocoknya digunakan pada acara kenegaraan di Istana Presiden,” pungkas Bupati Luwu tersebut. (M Rais)

Pos terkait