oleh

Pemkab Luwu Realisasikan Sejumlah Pengaspalan dan Rabat Beton Jalan

Kabid Jalan dan Jembatan : Kami Ucapkan Terima Kasih Atas Adanya Kemitraan Media dan LSM
 
Melalui tahun pertama pemerintahan Bupati H Basmin Mattayang ini, tampaknya mulai mendapat apresiasi dari masyarakat. Pasalnya, karena mampu membuktikan janjinya untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur, guna membuat Kabupaten Luwu menjadi lebih maju dan lebih baik.
 
Salah satu yang sangat mendapat apresiasi dari masyarakat adalah pelaksanaan proyek pembangunan sejumlah ruas jalan, baik itu dalam bentuk kegiatan pengaspalan maupun dalam bentuk kegiatan rabat beton dan pelebaran, termasuk kegiatan peningkatan jalan.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU-PR Kabupaten Luwu, Usdin Iskandar ST.
 
Untuk tahun anggaran (TA) 2019 ini, kata Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU-PR Kabupaten Luwu, Usdin Iskandar ST pada media ini,Senin (9/12/2019), bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang cukup besar, yakni sebesar Rp 132 miliar lebih.
 
Adapun sumber anggaran dari DAK, lanjut Usdin menjelaskan, untuk mendanai sejumlah paket pembangunan sejumlah ruas jalan, yakni pengaspalan lapis ulang aspal jalan lingkar BWK Polres sampai perempatan Bajo Rp 7,6 miliar dan pengaspalan ruas Kandoa-Pamesakang Rp 4,8 Miliar.
 
Selain itu, katanya lagi, juga dialokasikan untuk kegiatan rabat beton Ranteballa-Beuma Rp 3,6 miliar, pengaspalan jalur Suli-Papakaju Rp 4 miliar, pengaspalan poros Bolong-Lamasi Rp 5,7 miliar.
Pengaspalan jalan poros Padang Sappa – Noling tampak lebar dan mulus, merupakan salah satu paket jalan yang direvitasilasi Pemkab Luwu pada wilayah Luwu bagian selatan.
 
“Termasuk dialokasikan untuk pengaspalan dan pelebaran ruas Padang Sappa-Noling senilai Rp 11,9 miliar, pengaspalan dan pelebaran ruas poros Cilellang-Bajo senilai Rp 13,6 Miliar,” begitu Usdin merinci penggunaan DAK, saat berbincang-bincang santai dengan media ini, sembari minum kopi di halaman kantor PU-PR Kabupaten Luwu tersebut.
 
Begitupun halnya dengan DAU, lebih lanjut Usdin menyampaikan, maka itu dialokasikan untuk kegiatan pengaspalan, meliputi paket I meliputi Bajo Barat, Latimojong, Belopa Utara, Suli dan Belopa Utara, dengan nilai kontrak Rp 4,741 miliar.
 
Dikemukakannya lagi, bahwa DAU juga digunakan untuk pengasapalan Larompong dan Ponrang dengan nilai kontrak Rp 2,884 miliar lebih. Pengaspalan ruas 1 ruas di Walenrang dan 3 ruas di Walenrang utara dengan nilai kontrak Rp 4,417 miliar lebih.
Pengaspalan jalan poros Bolong – Lamasi, salah satu dari beberapa pekat jalan yang direviatasilasi Pemkab Luwu di Wilayah Walmas tersebut.
“Termasuk pengaspalan jalan Walenrang Timur dan Lamasi Timur senilai Rp 3,197 miliar lebihdan paket pengaspalan Suli, Larompong, Ponrang Selatan, Belopa, Bajo dan Ponrang dengan nilai kontrak Rp 3,696 miliar lebih,” urai Usdin mengenai pengalokasian DAU tersebut.
 
Namun jelasnya, tuturnya lagi bahwa DAK dan DAU sebesar Rp 132 miliar lebih itu, untuk membiayai 20 ruas jalan lebih yang tersebar pada sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Luwu ini.
 
Kabid Jalan dan Jembatan lanjut menyampaikan, bahwa pelaksanaan proyek-proyek tersebut juga mendapat supervisi dari pihak TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah), melalui pihak kejaksaan. “Jadi keterlibatan pihak kejaksaan melalui TP4D, paling tidak dapat mencegah timbulnya kerugian negara dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebu,” imbuhnya.
 
Kendati demikian, namun Usdin tak lupa mengucapkan rasa terima kasinya pada pihak media dan LSM, sebab turut berpartisipasi untuk memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
 
“Kita dari Dinas PU-PR Kabupaten Luwu sangat berterima kasih atas adanya kemitraan media dan LSM, sehingga kami sangat terbantu dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh pihak rekanan,” ucap Usdin.
 
Menurut pantauan Aktivis Pembela Arus Bawah dan Tabloid SAR, bahwa masyarakat sangat puas dengan kepemimpinan Bupati H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Syukur Bijak.
 
Alasannya, walau baru tahun pertama memimpin Luwu tapi sudah mulai membuat kemajuan dengan dispalnya sejumlah ruas jalan. Padahal, pengaspalan jalan hanyalah merupakan mimpi panjang selama ini, akhirnya menjadi sebuah kenyataan.
 
Seperti yang dirasakan oleh warga Noling sekarang, dengan diaspalnya jalan poros Kecamatan Ponrang – Bupon. “Sepuluh tahun lebih kami mimpikan pengaspalan jalan ini, namun baru terwujud setelah kembalinya Pak Basmin (H Basmin Mattayang –red) jadi Bupati Luwu. Hal ini, kita sangat apresiasi,” kata sejumlah warga Noling, salah satunya bernama Nongkeng.
 
Lanjut Nongkeng, kami juga sangat salut pada pihak Dinas PU-PR Kabupten Luwu, karena tidak mentolirer terhadap pihak kontraktor, sehingga pengaspalan yang tidak berkualitas kembali diaspal ulang.
 
Dikemukakannya lagi, jadi atas adanya ketegasan yang ditunjukkan pihak Dinas PU-PR Kabupten Luwu tersebut, sangat patut diapresiasi demi menjaga mutu pengaspalan. “Kami melihat pengaspalan jalan poros Noling sudah sangat bagus, setelah dilakukan pengaspalan ulang yang sempat rusak pada sejumlah titik,” tutur salah satu tokoh pemuda Bupon tersebut.
 
Ungkapan apresiasi yang sama, juga disampaikan oleh warga pada sejumlah wilayah kecamatan yang ruas-ruas jalannya mendapat proyek pengaspalan. Termasuk atas dibangunnya rabat beton jalan poros Ranteballa-Beuma, pun tak terlepas mendapat apresiasi dari masyarakat Bastem.
Pembangunan rabat beton jalan poros Rante Balla – Beuma untuk membuka isolasi di wilayah Kecamatan Basse Sangtempe’.
 
Mereka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Syukur Bijak, atas diaspalnya sejumlah ruas jalan di Luwu ini. Karena sudah dapat menikmati jalan aspal yang mulus.
 
Sedangkan Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy, setelah memonitoring hasil kegiatan proyek pengaspalan pada sejumlah ruas jalan, mengemukakan bahwa kualitas pengaspalan sangat patut diapresiasi.
 
Lanjut aktivis yang lebih akrab disapa Bang Ories ini, apalagi masyarakat mengaku sangat puas dengan kualitas dari hasil pengaspalan dan rapat beton pada sejumlah ruas jalan tersebut.
 
“Hal ini (pengaspalan jalan –red) mereka sudah tunggu-tunggu selama belasan tahun, tapi baru direalisasikan di bawah kepemimpinan Bupati H Basmin Mattayang dan Wakil Bupari Syukur Bijak,” terang Bang Ories, mengomentari pendapat masyarakat. (Infotorial/Mitra-PU/Lw/T-Sar/Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed