oleh

Pekerjaan Talud Desa Kendekan di Duga “Mangkrak” Inspektorat Kabupaten Luwu Turunkan Tim Pemeriksa

  •  BPD-Desa Kendekan : Informasi Itu Bersifat Fitnah

NEWSTABLOIDSAR.COM | LUWU-Pemberitaan disalah satu media online, yang terbit, 5 Januari 2020 berjudul ” Pembangunan DD 2019 Senilai Rp. 633 Juta Mangkrak.” Dimana dalam isi materinya, menyorot pekerjaan talud di Desa Kendekan Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulsel.

(Nampak pekerja saat sedang mengaduk campuran semen dan pasir di halaman rumah warga, akibat minimnya air yang tersedia di sepanjang jalur pembangunan talud tersebut. Usai diaduk, campuran diangkut menggunakan gerobak (lori-lori) ke lokasi pekerjaan talud.)

Hal yang menjadi sorotan publik, yakni pekerjaan talud di Desa Kendekan tersebut, hingga tutup tahun 2019, baru mencapai kurang lebih 100 meter.

Baca Juga :

Dengan mendapatkan dan mengetahui informasi melalui pemberitaan di media online tersebut, tim pemeriksa mendatangi lokasi yang dimaksud pada hari, Jumat 10 Januari 2020, di pimpin langsung Inspektur Wilayah Kabupaten Luwu, M. Afif Hamka., SIP, M.Si, didamping oleh auditor Ir.  Sudar  A Kunna. Dalam kunjungan itu, hadir pula Direktur Eksekutif LSM Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy.

Setibanya dilokasi pekerjaan, Tim Inspektorat ini, justru menenemukan pekerjaan talud tersebut, tidaklah mangkrak, dimana terlihat warga sedang melakukan pekerjaan, dan sudah mencapai pada titik ukur 1.050 meter.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, dalam Rancangan Anggaran Bangunan (RAB), sesuai rencana panjang pekerjaan kurang lebih dari 1.650 meter, sementara yang tersisa 600 meter sementara dalam pekerjaan.

Saat ditemui dilokasi pekerjaan, Anton salah satu pekerja menyebutkan, keterlambatan pekerjaan tersebut, lantaran minimnya air untuk digunakan mengaduk campuran, pasir dan semen.

” Selama ini musim kemarau, sangat susah mendapatkan air bersih, untuk dipakai mengaduk campuran pasir dan semen,” sebut Anton.

” Untuk terus berupaya melanjutaan pekerjaan diituasi musim kemarau kala itu, kita mengaduk campuran dekat rumah warga,  kemudian diangkut ke lokasi pekerjaan,” tambahnya

” Terlambatnya pekerjaan dikarekan sulitnya mendapatkan air bersih untuk digunakan mengaduk campuran,” jelas Anton.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat, diadakanlah pertemuan bersama wakil ketua Badan Musyawarah Desa (BPD) Desa Kendekan yakni Sandama Rampeang.

Dari keterangan Sandama Rampeang, informasi yang beredar, yang menyebutkan pekerjaan talud mangkrak tidaklah benar, karena proses pekerjaannya masih berjalan.

“Jadi talud ini benar-benar dikerjakan dan sama sekali tidak mangkrak seperti informasi yang beredar, berita itu bersifat fitnah,” terang Sandama Rampeang.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Sekretaris BPD Desa Kendekan, Saskia, pembangunan infrastruktur di desanya tidak ada yang mangkrak pelaksanaannya.

“ Jadi kami fikir informasi tersebut tidaklah benar, tidak ada pekerjaan infrastruktur di desa kami yang mangkrak,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Kendekan, Abd Latif Tallamma di hadapan Tim Pemeriksa Inspektorat Kabupaten Luwu, menyampaikan, pekerjaan talud yang dimaksudkan akan diselesaikan pada tanggal 20 Januari 2020 mendatang.

Lanjut Abd Latif, Tim pemeriksa Inspektorat Kabupaten Luwu, maupun dari LSM Pembela Arus Bawah, sudah melihat langsung pekerjaan talud yang sedang dalam proses pekerjaan.

“Oleh karena itu, saya sangat heran, kenapa ada beredar informasi seperti itu di salah satu media online sampai menyebutnya mangkrak,” terang Abd Latif.

Kemudian, Inspektur Wilayah IV Kabupaten Luwu, Muh Afif Hamka yang memimpin pemeriksaan talud itu, mengatakan jika pihaknya sudah turun untuk langsung melakukan pemeriksaan proses pelaksanaan pekerjaan talud di Desa Kendekan.

“Setelah kami mendapatkan informasi, kami langsung turun kelokasi melakukan pemeriksaan, namun yang kami temukan, ternyata fakta yang ada di lokasi tidaklah demikian, seperti yang kami periksa tadi,” tuturnya.

“ Jadi hasil peninjauan kami ini, akan kami laporkan pada pimpinan. Dari hasil pemeriksaan kami, pekerjaan talud ini sama sekali tidak mangkrak, hanya mengalami keterlambatan akibat faktor alam, yang disebabkan tidak adanya air yang tersedia untuk digunakan mencampur bahan material bangunan,” pungkasnya.

(Redaksi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed