oleh

Mungkinkah IDP Kembali OPPO di Pilkada 2020 ?

“Analisis di Balik Politisasi Bencana Banjir Bandang Luwu Utara”

LUTRA.NEWSTABLOIDSAR.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sudah memasuki fase tahapan, menurut agendanya akan digelar pada Desember mendatang. Hampir dapat dipastikan, bahwa hanya tiga Pasang Calon (Paslon) yang akan bertarung pada pesta demokrasi di Luwu Utara ini.

Pertanyaannya, bahwa mungkinkah Bupati Indah Putri Idriani atau IDP akan kembali oppo di Pilkada 2020 ini?

Sejumlah tokoh Luwu Raya menganalisis, bahwa meskipun Bupati IDP berupaya dibully oleh kalangan oposisi di Pilkada Luwu Utara, dengan cara mempolitisasi sederet isu. Termasuk mempolitisasi kasus bencana banjir bandang yang begitu dahsyatnya melanda baru-baru ini.

Bahwa sepertinya, Bupati IDP masih cukup berpeluang untuk dapat kembali menahkodai Luwu Utara pada periode 2020-2025 mendatang. Alasannya, karena kedudukannya sebagai petahana dan juga dinilai lebih memiliki sumber daya politik yang terstruktur dan mumpuni.

Sedangkan baik Muhammad Thahar Rum maupun Arsyad Kasmar yang akan menjadi rival politiknya tersebut, masih dianggap belum teruji reputasinya dalam berpolitik.

Terlebih keduanya pada periode sebelumnya, diketahui sudah pernah maju sebagai Calon Bupati Luwu Utara, tapi perolehan suaranya sangat tidak begitu signifikan. Apalagi Muhammad Thahar Rum dan Arsyad Kasmar bersama calon pasangannya masing-masing, disebut-sebut hampir pasti memperebutkan suara yang sama.

Sebagaimana telah diketahui, bahwa Arsyad Kasmar, selain pernah maju menjadi Calon Bupati Luwu Utara dan juga disebut-sebut beberapa kali maju sebagai calon legislatif tapi selalu gagal. Tentunya hal ini akan membuat masyarakat menjadi skeptis untuk dapat memberikan dukungannya.

Apalagi berkembang wacana, bahwa Arsyad Kasmar dianggap selalu tidak serius bertarung secara politik dalam setiap perhelatan demokrasi yang diikutinya selama ini. Dengan kata lain, hanya dianggap sebatas sebagai pengembira saja dalam setiap event suksesi politik.

Begitupun halnya Muhammad Thahar Rum, walaupun menduduki jabatan sebagai wakil bupati dan juga merupakan mantan anggota DPRD Luwu Utara. Akan tetapi hal tersebut, belum dapat dijadikan sebagai barometer terujinya sebuah reputasi politik yang melekat pada dirinya.

Menurut prediksi sejumlah tokoh masyarakat Luwu Raya, seandainya kembali terjadi head to head pada Pilkada Luwu Utara 2020 ini, maka sangat mungkin Bupati IDP tidak akan oppo lagi.

Jadi meskipun terdapat sederet isu yang berkembang di balik kepemimpinan rezim Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang akan segera berakhir masa periodenya ini. Bahkan isu-isu itupun telah berupaya pula dijadikan sebagai alat politisasi untuk menyerang tingkat elektabiltas Bupati IDP.

Namun apapun bentuk serangan isu yang dialamatkan kalangan oposisi terhadap kepemimpinan Bupati IDP tersebut, serasa tidak akan efektif untuk dapat mempengaruhi masyarakat dalam menentukan hak pilihnya nanti.

Perlu dipahami, bahwa menyerang dengan cara-cara mempolitisasi berbagai isu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, maka kadang justru menjadi bumerang dalam sebuah perhelatan pesta demokrasi.

Kendati demikian, bukan berarti Muhammad Thahar Rum dan Arsyad Kasmar, sama sekali tidak memiliki peluang untuk dapat memenangkan Pilkada Luwu Utara. Karena mengingat, bahwa politik itu adalah sifatnya sangat dinamis dan kadang justru menimbulkan kejutan.

Terlebih dalam setiap event, apapun bentuk kompetisinya, termasuk berkontestasi dalam ranah politik, maka selalu saja ada namanya “Paslon Underdog” dan juga dikenal dengan istilah “Paslon Pembunuh Raksasa”.

Jika Bupati IDP dan pasangannya disebut sebagai “Petahana” atau semacam “Paslon Raksasa”. Jadi Muhammad Thahar Rum dan Arsyad Kasmar beserta pasangannya masing-masing, maka patut disebut sebagai “Paslon Underdog”, sebab ada kesan sangat dipandang sebelah mata.

Bukan tidak mungkin, justru Muhammad Thahar Rum sebagai wakil bupati dan pasangannya akan dapat mengulangi sejarah, untuk kembali memenangkan Pilkada Luwu Utara. Boleh jadi pula, bahwa Arsyad Kasmar dan pasangannya lah yang muncul menjadi “Paslon Pembunuh Raksasa,”

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed