oleh

Mulai Februari 2021 Upacara Adat di Torut Dihentikan Sementara, Ada Apa ?

TORUT, Tabloid SAR – Dalam rangka mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Torut, Kalatiku Paembonan mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 100/0139/TAPEN/2021.

Isi surat tersebut, pada pokoknya menegaskan bahwa untuk sementara waktu Pemkab Torut melarang adanya kegiatan upacara adat yang berpotensi membuat kerumunan banyak orang.

Menurut, Bupati Kalatiku, aturan itu akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Februari hingga 28 Februari 2021 mendatang.

“Kegiatan adat yang dilarang untuk sementara itu adalah acara rambu tuka’ (upacara adat pernikahan atau syukuran) maupun acara adat rambu solo’ (upacara adat kematian). Yang bisa mengakibatkan terjadinya kerumunan banyak orang,” kata Kalatiku, Senin (25/1/2021).

Ia menjelaskan bahwa kebijakan itu, diterbitkan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Torut. Karena belakangan ini, kasus Covid-19 di Torut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Apa boleh buat, kami harus menerbitkan aturan seperti itu karena akhir-akhir ini, jumlah pasien Covid-19 di Torut terus mengalami peningkatan. Jumlahnya bahkan sudah mencapai angka di atas 100, sedangkan yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 sudah melebihi 10 orang,” jelas Kalatiku.

Selain itu, dalam Surat Edaran yang diteken oleh Bupati Kalatiku juga menekankan, penerapan standar protokol kesehatan terhadap pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Kalau ada warga Torut yang meninggal dunia sebagai pasien Covid-19, wajib dimakamkan pada kesempatan pertama yakni pada hari kematiannya sesuai standar protokol kesehatan pemakaman pasien Covid-19,” sebutnya.

Kalatiku menambahkan, sedangkan untuk pasien yang meninggal  bukan karena terpapar Covid-19, mendapat pengecualian.

“Pihak keluarganya, kita beri izin selama satu hari untuk menyelenggarakan prosesi adat dan agamanya. Kalau tidak langsung dimakamkan, jenazahnya bisa disimpan atau disemayamkan dulu, sembari menunggu pelaksanaan kegiatan upacara adat di waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Ditekan pula bahwa terhadap pasien meninggal yang berdomisili di luar Torut. Jika tidak terpapar Covid-19, maka pihak keluarganya diizinkan untuk menyelenggarakan prosesi pemakaman selama satu hari di Torut.

“Namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Hanya saja keluarga yang hendak memakamkan jenazah yang bukan karena Covid-19 di Torut, juga tetap kita wajibkan meminta izin kepada Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Torut. Dan harus segera dikubur pada hari kedatangan jenazah di Torut, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kunci Kalatiku.

Penulis : Edy Malino

Editor : William Marthom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed