oleh

Maraknya Dugaan Praktik-Pratik Mafia BBM Bersubsidi di Kota Palopo

#Jaringannya Diduga Hingga ke Sulawesi Tengah#

PALOPO, Tabloid SAR – Belakangan ini begitu marak dugaan praktik-praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Akibatnya terjadi antrian panjang mobil-mobil bermesin diesel yang senantiasa mewarnai setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah.

Baca Juga :

Adanya fenomena seperti itu, maka tak terelapas pula melanda SPBU di Kota Palopo, Sulawesi Selatan ini. Bahkan menurut sumber Tabloid SAR yang layak dipercaya, bahwa maraknya dugaan praktik-praktik BBM bersubsidi jenis solar di kota ini, justru disinyalir melibatkan sejumlah pengusaha dan oknum aparat tertentu.

Sumber-sumber media inipun menyebut-nyebut, bahwa para pelaku dugaan praktik-praktik mafia BBM bersubsidi ini, justru memiliki jaringan di berbagai daerah, bahkan hingga ke Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut rumor yang ditangkap dari kalangan wartawan, bahwa bos besar dugaan praktik-praktik mafia BBM bersubsidi tersebut, disinyalir kuat berdomisili di Kota Palu. Beberapa wartawan pun mengaku, jika sejumlah kalangan telah menawarinya untuk difasilitasi pertemuannya dengan bos besar tersebut. Tarmasuk wartawan Tabloid SAR ini sendiri.

Sementara, terkait dengan maraknya dugaan praktik-Pratik Mafia BBM bersubsidi jenis solar di Kota Palopo ini. Menurut hasil investigasi mafia ini dengan LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, bahwa diduga pula melibatkan oknum-oknum aparat Polri dan TNI, termasuk oknun-oknum LSM tertentu.

Hal tersebut, lalu disikapi Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy saangat menyayangkan pihak Pertamina atas ketidak peduliannya terhadap kelangkaan BBM Bersubsidi jenis solar, akibat maraknya dugaan praktik-praktik mafia BBM belakangan ini.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum-oknum aparat Polri dan TNI, aktivis LSM ini, mengaku tidak segan-segan melaporkan kasus ini kepada Kapolri dan Panglima TNI berserta lembaga negara lainnya yang berkompeten.

Namun aktivis yang akrab disapa Bang Ories tersebut, justru sangat menyayangkan adanya sesamanya rekan penggial LSM yang ditengarai kuat ikut terlibat bermain mafia BBM tersebut. “Itu yang sangat kami sesalkan, sebab LSM harusnya memainkan fungsi-fungsi kontrolnya, tapi justru ikut larut mempraktikkan mafia BBM Bersubsidi,” pungkasnya.

Sedangkan menurut romor, bahwa BBM bersubsidi jenis solar disinyalir pula disalurkan pada perusahaan-perusahaan kontraktor pelaksana infrastruktur, yang seharusnya menggunakan BBM jenis industri. Hal ini, sehingga tak terlepas menjadi sasaran target investigasi pihak Aktivis Pembela Arus Bawah. (Liputan Tim_Lipsus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed