oleh

Mantan Pj Sekda Kota Palopo, H Jamaluddin Nuhung SH MH Merupakan Sosok Birokrat yang Berintegritas

Ucapkan Terima Kasih pada Pers dan LSM dan Mengapresiasi Pelantikan Firmanza

PALOPO. Tabloid SAR – Menjadi Aparat Sipil Negara (ASN), terlebih jika memiliki jabatan dalam sistem birokrasi pemerintahan, pada dasarnya tidak seindah seperti apa yang dibayangkan.

Baca Juga :

Pasalnya, karena di era reformasi sekarang ini, bahwa menjadi ASN apalagi yang menduduki jabatan, maka sudah bukan lagi semacam profesi yang bersifat privilege yang dapat memberikan zona nyaman.

Pasalnya, setiap tindak tanduk seorang ASN apapun bentuk status jabatan yang disandangnya, sudah sangat dituntut untuk senantiasa mengedepankan sistempelayanan publik yang prima dan berintegritas.

Jadi itulah tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) ASN sebagai regulator menurut batas-batas kewenangannya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government) dan mendorong kesejahteraan hidup masyarakat.

Apabila menyimpang dari batas-batas kewenangan Tupoksinya, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai bentuk perilaku korup. Terlebih lagi jika sifatnya merugikan keuangan negara. Hal inilah, sehingga membuat banyak ASN atau pejabat pemerintah, sampai tersangkut dengan kasus-kasus korupsi.

Tak terkecuali di Kota Palopo ini, justru sudah terdapat beberapa ASN atau pejabat yang telah terseret kasus korupsi. Bahkan mantan Walikota Palopo, HPA Tenriadjeng pun tersangkut kasus korupsi dan hingga saat ini masih menjalani statusnya sebagai narapidana.

Kemudian menyusul kasus korupsi Jalan Lingkar Barat Kota Palopo yang membuat dua pejabat yang jadi terpidana. Terakhir, mencuat pula kasus dugaan korupsi pemasangan instalasi pipa PDAM yang tak terlepas pula menyeret beberapa ASN.

Belum lagi sejumlah isu korupsi lainnya, sedang dalam menyelidikan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) baik itu dalam penanganan pihak kepolisian maupun itu dalam penangan pihak kejaksaan. Hal tersebut, tak terlepas pula mendapat perhatian publik.

Namun jika berbicara tentang ASN pada level Sekretaris Daerah (Sekda), maka sudah tidak sedikit pula yang tersandung kasus korupsi. Antara lain seperti Sekda Luwu Utara Mujahidin Ibrahim dan Sekda Toraja Utara Lewaran Rantela’bi.

Mengenai kasus yang menjerat kedua Sekda tersebut, pada awalnya juga didorong oleh pihak kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah yang sangat dikenal sebagai LSM pemerhati korupsi tersebut.

Lalu bagaimana dengan mantan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Palopo, H Jamaluddin Nuhung SH MH tersebut?

Sebagaimana penelusuran Tabloid SAR, bahwa ASN yang satu ini patut dikatakan merupakan sosok birokrat yang berintegritas dan bersih dari segala bentuk isu-isu korupsi.

Namun terpenting lagi disini, sejak berkarier sebagai birokrat hingga menduduki puncak kariernya sebagai Pj Sekda, tidak pernah menunjukkan sifat-sifat kearogansian gaya kekuasaan. Bahkan sangat welcome kepada siapa saja, terlebih lagi tidak pernah mempersulit sistem layanan publik.

Baginya bahwa pers dan LSM justru dijadikan sebagai mitra strategis dalam menjalin sinergitas untuk mengkomunikasikan arah kebijakan publik. Tidak seperti bagi kebanyakan birokrat lainnya, apalagi jika sudah menduduki level jabatan sebagai Sekda, maka tidak jarang malah menghindar kehadiran pers dan LSM.

Selama menduduki jabatan sebagai Pj Sekda Kota Palopo, Jamaluddin Nuhung, patut pula dikatakan sebagai sosok birokrat yang bersifat demokratis dan memiliki jiwa kepemimpinan bertipikal horizontal (merakyat –red) atau sangat bersifat low profile.

Sedangkan selama menjalankan Tupoksinya sebagai Pj Sekda, dirinya senantiasa berpedoman pada ketentuan perundang-undangan dan regulgasi yang berlaku. Hal itulah, sehingga membuat Jamaluddin Nuhung, sampai tidak turut menyusul dengan sejumlah sejawatnya sesama Sekda lainnya yang tersangkut kasus korupsi.

Menjelang pelantikan Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda), Drs Firmanza DP MSi pada Senin (16/12/2019) sebagai Sekda baru Kota Palopo, atau pengganti dirinya pada jabat birokrat paling trategis di daerah tersebut.

Jamaluddin Nuhung yang juga mantan Kepala Inspektorat Kota Palopo ini, menyempatkan diri untuk menerima Tabloid SAR di ruang kerjanya. “Terima kasih atas kehadiran Dinda di hari terakhir masa jabatan saya sebagai Sekda,” tuturnya penuh haru pada media ini.

Alhamdulillah, kata Jamaluddin Nuhung, saya dapat mengakhiri masa tugas sebagai Pj Sekda dengan aman tanpa menimbulkan persoalan yang berarti. Hal itu karena saya selalu mempedomani perundang-undangan dan ketentuan regulasi yang berlaku,” tuturnya.

Selain itu, kata dia lagi, saya tentunya berupaya untuk menunjukkan dedikasi sebagai pelayan publik. Terlebih, harus pula dituntut untuk senantiasa loyal terhadap pimpinan dan mengabdi dengan setulus hati.

“Namun tak kalah pentingnya di sini, saya senantiasa menjadikan pers dan LSM sebagai mitra dialog terhadap perencanaan kebijakan publik,” ucapnya.

Saya ini, lanjut ia menuturkan, barang kali satu-satunya Sekda yang sangat miskin. Itu kerena saya sangat memegang teguh pada prinsip, bahwa ASN itu adalah pelayan masyarakat bukan sebagai profesi pengusaha.

“Jadi hal itulah yang membuat saya tidak mampu berbagi terhadap rekan-rekan wartawan selama ini,” ujarnya sembari tertawa lepas.

Kendati demikian, lebih lanjut ia menyampaikan, saya sangat berterima kasih pada rekan-rekan pers dan LSM atas kerjasamanya selama ini. “Karena saya sadar, bahwa tanpa pers dan LSM yang turut mengontrol kinerja saya selama berkarier sebagi ASN, tidak mungkin saya dapat menduduki yang namanya kursi jabatan Sekda tersebut,” akunya.

Pada kesempatan itu pula, Jamaluddin Nuhung juga cukup banyak bercerita mengenai romantikanya sebagai Pj Sekda, sejak dirinya dilantik oleh mantan Pj Walikota Palopo, Andi Arwien Azis. Sebelumnya masih berstatus sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekda.

Menurutnya, bahwa baik Andi Arwien Azis maupun Pak Judas Amir, memiliki karakter kepemimpinan yang berbeda. Tapi memiliki visi yang sama dalam memajukan Kota Palopo ini.

Adapun perbedaan lainnya, Jamaluddin lanjut mengemukakan, kalau Pak Judas itukan orang tua saya, maka sifat kebapaan yang melekat pada Walikota kita sekarang ini, sangat menonjol dalam mewarnai karakter kepemiminannya.

“Saya sangat berterima kasih pada Pak Walikota (HM Judas Amir –red), sebab atas bimbingan dan arahan beliaulah, akhirnya saya dapat menunaikan tugas-tugas Sekda hingga berakhir pada hari (16/12/2019) ini,” bebernya.

Sedangkan terkait atas pelantikan Kepala Bappeda Firmanza sebagai Sekda Kota Palopo. Ia pun menampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, sebab jabatan Sekda itu adalah suatu puncak karier bagi setiap ASN di daerah.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Pak Firmanza sebagai Sekda Kota Palopo. Harapan dapat mengemban tugas yang semakin baik ke depan,” pungkas Jamalundin Nuhung.

Setelah itu, pihak protokol Pemerintah Kota Palopo masuk menemui dirinya, menyampaikan bahwa acara pelantikan Sekda sudah akan dimulai. Maka itulah detik-detik akhir Jamaluddin Nuhung menyandang statusnya sebagai Pj Sekda Kota Palopo. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed