oleh

Kuasa Hukum Pedagang PNP Kota Palopo Dianiaya

PALOPO, NEWSTABLOIDSAR-com- Kuasa hukum pedagang Pusat Niaga Palopo (PNP), Syahrul, melapor ke polisi atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Dalam laporannya, Syahrul melaporkan bahwa dirinya telah dianiaya orang-orang suruhan Buya Andi Ikhsan B. Mattotorang di kawasan PNP Kota Palopo tepatnya di Jalan Ahmad Dahlan, Sabtu, (21/11/2020) sore.

Baca Juga :

Kejadian itu bermula kata Syahrul, ketika dirinya berada di sekitar Toko Pembangunan milik Hj Asiah Maddiyarah.

Menurutnya, karena sebagai penasihat hukum dari Hj Asiah Maddiyarah pemilik Toko Pembangunan, saya berhak menjaga toko klien kami tersebut terhadap tindakan-tindakan intimidatif.

“Kehadiran saya tersebut membuat kelompok Buya Andi lksan B. Mattotorang beserta pengacaranya merasa risih, sehingga kehadiran saya di sana di tolak oleh kelompok Buya Dkk,” ujar Syahrul.

Berdasarkan Surat Kuasa khusus nomor : 01/SKH-MRB/Cabang PLP/Non.Lit/Xl/2020 ditunjuk Muh. Rasyidi Bakry SH LLM, Syahrul SH, Abdul Rahman, Nasrum,SH, Yertin Ratu SH dan Zulkifli, sebagai penerima kuasa Hj. Asiah Maddiyarah.

“Jadi atas dasar inilah saya bertindak di atas kepentingan klien saya ini,” tutur Syahrul.

Lanjut ia  menyampaikan, awalnya Sabtu pagi sekitar pagi pukul 10.00 Wita, dirinya berkoordinasi dengan Kepala Pasar untuk membuka segel tersebut.

Namun berdasarkan informasi dari kepala Dinas, kata Syahrul lagi,  bahwa kepala pasarnya ketakutan untuk membuka segel tersebut.

Padahal, tururnya lagi, hal itu sudah ada perintah walikota saat pertemuan antara pedagang dengan walikota pada Kamis lalu, di Ruang Pola Kantor Walikota Palopo.

Dalam dua hari ini, Syahrul menjelaskan, ketika saya berada di lokasi Pusat Niaga Palopo kelompok Buya Cs beserta pengacaranya memperlakukan saya secara tidak wajar dan tidak beretika tetapi saya tetap meredam emosi.

Namun pada Sabtu sekira pukul 16.15 WIB, sambung dia, tepatnya di pelataran Pusat Niaga Palopo, maka terjadi tindak penganiayan pada diri  saya.

“Ya, pelakunya oknum pengacara Buya Andi Iksan B. Mattotorang, dengan cara memaksa saya untuk ke kantor polisi, dengan cara menarik badan saya,” ucapnya.

Akibat saya menolak, kata Syahrul lagi, tapi pelaku terus menarik badan saya dengan cara kasar, sehingga membut diri saya terjatuh. Lalu pelaku memukul diri saya, dengan menggunakan kepalan tangan di kepala bagian belakang.

“Bukan hanya itu, pelaku juga memutar tangan saya dan dibatu oleh saudara Suwandi untuk mencekik leher saya dari belakang,” beber Syahrul, ketika ditemui usai melapor ke polisi.

Tindakan ini resmi dilaporkan ke Polres Kota Palopo dengan laporan polisi nomor : STTLP/224/XI/YAN . 2.5 / 2020/ SPKT dugaan tindak pidana UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 170 KUHPidana, Subs Pasal 351ayat (1) KUH-Pidana yang diduga dilakukan oleh oknum pengacara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed