oleh

Kondisi SMP Negeri Kallan di Torut, Memprihatikan dan Butuh Perhatian Pemerintah

TORUT, Tabloid SAR – Harus diakui bahwa proses belajar mengajar pada satuan pendidikan (sekolah) dapat terkendala jika tidak dibarengi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Namun berdasarkan fakta di lapangan, tak jarang kita jumpai sejumlah ruang kelas maupun bangunan sekolah yang rusak ringan hingga rusak berat, bahkan kurang layak.

Baca Juga :

Kondisi demikian butuh perhatian dan keseriusan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tak terkecuali dinas pendidikan pada tingkat daerah.

Sehingga program bantuan pembangunan sekolah menjadi salah satu program prioritas nasional pada sektor pendidikan yang dilaksanakan setiap tahunnya pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMA/SMK.

Untuk mensukseskan program ini, maka harus pula didukung penuh oleh pemerintah daerah, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Bantuan pembangunan sekolah tersebut, beraneka ragam. Mulai dari rehabilitasi ruang kelas, renovasi sekolah, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), perpustakaan, laboratorium, dan hingga bantuan peralatan pendidikan.

Kendati demikian, SMP Negeri Kallan di Lembang Sikuku, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, kondisinya sangat memprihatikan.

Pasalnya, sekolah yang merupakan Kelas Jauh SMP Negeri 2 Kapala Pitu tersebut, serba kekurangan. Sebab baru memiliki 3 ruang kelas untuk melangsungkan proses belajar mengajar, yang kondisinya juga sudah masuk kategori rusak sedang.

Karena sejumlah bagian bangunan sekolah sudah mengalami penurunan fungsi, sehingga memerlukan rehabilitasi fisik gedung.

Beberapa bagian dinding ruang kelas sudah rapuh bahkan ada yang telah jebol atau bolong. Bagian atas bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 2016 ini, juga sebagian sudah rusak. Seperti pada bagian kap atau rangka atas bangunan dan plafon.

Sekolah yang telah 3 kali menammatkan puluhan peserta didiknya tersebut, juga belum memiliki kantor dan ruang guru, apa lagi perpustakaan dan laboratorium.

Kantor dan ruangan guru SMP Negeri Kallan, hingga kini masih pinjam pakai. Para guru dan tenaga kependidikan, masih menggunakan salah satu bangunan bekas ruang kelas PAUD yang tak jauh dari lokasi sekolah ini.

Sejak dioperasikan, sekolah yang saat ini menampung 70 peserta didik tersebut, baru satu kali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan berupa mobiler itu, diserahkan pada akhir tahun 2020.

Kepala SMP Negeri 2 Kapala Pitu, Daniel Nipa selaku penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri Kallan

Kepala SMP Negeri 2 Kapala Pitu, Daniel Nipa selaku penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri Kallan, megatakan kondisi sekolah yang dinahkodainya memang masih serba kekurangan dari berbagai aspek.

“Memang kondisi sekolah ini, masih serba kekurangan dan sangat memprihatikan. SMP Negeri Kallan, hingga saat ini baru memiliki 3 ruang kelas untuk menampung seluruh peserta didiknya. Sehingga, bangunan yang kami gunakan sebagai kantor dan ruang guru ini, adalah bekas ruang belajar PAUD,” kata Daniel saat ditemui wartawan Tabloid SAR, Senin (08/03/2021).

Ia menjelaskan, bahwa kondisi ruang belajar di SMP Negeri Kallan sudah banyak yang rusak dan mesti harus segera dibenahi. Agar tidak membahayakan para siswa dan guru, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di kelas.

“Bangunan ketiga ruang kelas yang selama ini kami gunakan, sudah banyak yang rusak. Pada bagian didingnya, sudah ada yang rapuh, bahkan sampai jebol. Bagian atas bangunan seperti kap atau rangka atas dan plafon juga sudah banyak yang lapuk dan bocor,” jelas Daniel.

Daniel berharap, agar ketiga ruang kelas di SMP Negeri Kallan bisa segera direhabilitasi atau renovasi oleh pemerintah.

“Ruang kelas yang ada di sekolah ini, mestinya segera di rehabilitasi atau direnovasi. Agar tidak membahayakan para siswa dan guru, saat menggunakan ruang tersebut untuk proses belajar mengajar. Kami kuatir jangan sampai ambruk, pada saat sedang digunakan,” harapnya dengan rada curhat.

Menurutnya, kebutuhan mendesak di SMP Negeri Kallan, bukan hanya rehabilitasi ruang kelas atau renovasi sekolah. Namun pembangunan fasilitas sekolah, seperti kantor dan ruangan guru juga tak kalah pentingnya.

“Untuk menghindari musibah saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas, maka ruang kelas mesti harus segera direhabilitasi. Tapi yang tak kalah pentingnya di sekolah ini, kami juga membutuhkan fasilitas seperti bangunan kantor dan ruangan guru,” kuncinya.

Untuk diketahui, SMP Negeri Kallan merupakan Kelas Jauh SMP Negeri 2 Kapala Pitu yang didirikan sejak tahun 2016.  Sekolah tersebut, telah tiga kali tahun ajaran menammatkan puluhan peserta didiknya, dan saat ini memiliki siswa-siswi sebanyak 70 orang.

Sedangkan, SMP Negeri 2 Kapala Pitu yang berada di Lembang Kapala Pitu, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Torut, memiliki 251 peserta didik. Sehingga jika ditambahkan dengan jumlah siswa-siswi kelas jauh di SMP Negeri Kallan, maka total jumlah peserta didiknya sebanyak 321 orang.

Sekolah yang dinahkodai oleh Daniel Nipa tersebut, memiliki guru dan tenaga kependidikan sebanyak 28 orang. Sembilan orang diantarannya sudah berstatus PNS, 14 orang masih berstatus honorer daerah dan 5 orang merupakan tenaga sukarela atau honorer sekolah.

Sebagai informasi, untuk memperoleh dana bantuan pembangunan sekolah dari pemerintah, pihak satuan pendidikan (sekolah) dapat mengajukan usulan bantuan rehabilitasi sekolah, dengan cara membuat proposal yang disampaikan kepada Kemendikbud.

Proposal tersebut, bisa disampaikan secara langsung maupun dikirim melalui jasa pengiriman.

Untuk mendapatkan bantuan itu, sejumlah syarat dan ketentuan harus dipenuhi, yakni memiliki lahan/tanah sendiri yang dibuktikan dengan sertifikat, akta jual beli/akta hibah/hak guna bangunan, dan dilengkapi dengan surat keterangan bukan tanah sengketa dari pemerintah kecamatan setempat.

Selain itu, satuan pendidikan yang diajukan untuk mendapatkan bantuan adalah sekolah yang sudah mengalami penurunan fungsi bangunan sehingga memerlukan rehabilitasi fisik gedung.

Dan harus dilengkapi dengan analisis tingkat kerusakan, serta rencana anggaran biaya terhadap sasaran bangunan.  Termasuk harus didukung dengan foto-foto dokumentasi kerusakan yang akan menjadi sasaran rehabilitasi.

Penulis : Edy Malino

Editor : William Marthom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed