oleh

Klarifikasi Atas Kekecawaan Peserta dari Kerajaan Tallo Pada Pihak Panitia FKN XIII

Wawali Kota Palopo : Hanya Raja dan Sultan Beserta Permaisurinya yang Ditanggung

PALOPO, Tabloid SAR- Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tahun 2019 Tana Luwu ini, rupanya tak terlepas mendapat sorotan dari ruang publik. Lantaran adanya peserta merasa sangat kecewa, sebab menganggap pihak panitia tidak memberikan pelayanan akomodasi yang layak.

Baca Juga :

Mengemukanya hal seperti ini, saat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka secara resmi event budaya tingkat nasional tersebut pada Senin, 9 Septermber 2019 di Lapangan Pancasila, Kota Palopo.

Seperti yang dikemukakan oleh peserta dari Kerajaan Tallo Makassar, mengaku diterlantarkan akibat tidak diperlakukan secara layak sebagai tamu kehormatan di event FKN ini. Hal tersebut, sehingga menjadi viral di media sosial (Medsos).

Wakil Wali (Wawali) Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, Selasa (10/09/2019) sore di ruang kerjanya.

Pada media ini, ia menyampaikan klarifikasinya atas adanya kekecewaan peserta dari Kerajaan Tallo terhadap pihak panitia FKN XIII tersebut.

“Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Palopo menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya atas adanya kejadian seperti itu,” ujar Rahmat Masri Bandaso.

Menurutnya, bahwa sebenarnya yang ditanggung oleh pihak panitia FKN adalah hanya para raja dan sultan beserta permaisurinya. “Itu sudah menjadi kententuan yang berlaku dari sejak event FKN ini dilaksanakan,” kata Rahmat.

Lanjut ia mengemukakan, saya selalu menghadiri beberapa kali event FKN sebelumnya, bahwa yang ditanggung oleh setiap tuan rumah hanya raja dan sultan beserta permaisurinya. Jadi itu yang ditanggung semua akomodasinya termasuk fasilitas hotelnya.

Namun untuk rombongannya, kata Rahmat, itu ditanggung sendiri oleh mereka. Biasanya yang membiayai adalah pemerintah dari daerah mereka masing-masing. “Itupun yang diundang adalah kerajaan yang terdaftar secara resmi di FKIKN (Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara),” tukasnya.

Untuk di Sulsel ini, kata dia lagi, kerajaan yang terdaftar resmi di FKIKN adalah hanya tiga, yakni Kerajaan Luwu, Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa.

“Hanya saja kerajaan Gowa tidak diundang sebab rajanya dualisme. Karena jika ada kerajaaan yang masih dualisme rajanya, menurut ketentuan FKN, itu tidak diundang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan, jadi kerajaan-kerajaan besar saja yang ada di Nusantara ini yang diundang. “ Saya sendiri tidak tahu, mengenai kehadiran peserta dari Kerajaan Tallo itu,” imbunya.

Kendati demikian, Rahmat mengaku sangat prihatin atas kejadian yang dialami oleh peserta dari Kerajaan Tallo tersebut.

Seketika mengetahui hal ini, sehingga dirinya lalu mencari tahu secara langsung atas apa yang menjadi sumber masalah yang dialami pihak peserta dari Kerajaan Tallo itu.

“Alhamdulillah, akhirnya itu dapat kita berikan pemahaman, sebab permasalahannya hanya pada miskomunikasi saja,” ucapnya.

Selaku Pemerintah Kota Palopo, tuturnya lagi, apalagi kita ini tuan rumah FKN XIII, tentunya pula harus cepat tanggap untuk segera mengatasi setiap permasalahan yang dialami oleh tamu-tamu FKN tersebut.

Seraya mantan Ketua DPRD Kota Palopo ini, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya yang tak terhingga, atas kehadiran peserta dari Kerajaan Tallo pada event FKN XIII yang kegiatannya dipusatkan di Kota Palopo ini.

Dia juga menjelaskan, adapun mengenai teknis pelayanan tamu-tamu FKN, itu kewenangannya pada pihak panitia FKN, sebab hal ini bukan domainnya pihak Pemerintah Kota Palopo. “Kita hanya berharap FKN XIII ini dapat berjalan sukses,” terang Wawali kota Palop tesebut.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Panitia FKN XIII, Brigjen.TNI Purn.M.Akib, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, tak terlepas pula menyampaikan perohonan maafnya atas adanya kejadian seperti ini.

“Kami mohon maaf atas semuanya, karena dana yang ada hanya sebesar 5 Miliar dari bantuan semua pihak, dan memang kapasitasnya yang ditanggung hanya para raja dan sultan berseta permaisurinya,” tuturnya.

Diutarakannya, bahwa untuk dana sebesar Rp. 75.000 setiap orang, memang betul untuk biaya penginapan tamu di setiap rumah penduduk. Alasannya, karena pihak panitia tidak menyediakan akomodasi seperti fasilitas penginapan dan makan kepada rombongan tamu.

“Jadi kami hanya siapkan akomodasi dan hotel, khusus untuk para raja dan sultan beserta permaisurinya. Namun mengenai rombongannya, itu di luar tanggungan kami selaku panitia FKN XIII,” terang M.Akib dari balik telepon selulernya.

Sesuai pantauan Tabloid SAR, rupananya hanya peserta dari Kerajaan Tallo Makassar yang merasa sangat kecewa terhadap pihak pantita FKN XIII Tana Luwu, seperti yang menjadi viral di Medsos tersebut.

Namun justru berbeda dengan peserta dari kerajaan liannya, salah satunya Kesultanan Jogja yang membiayai dirinya sendiri, sebab paham bahwa hanya sultan dan permaisuri yang ditanggung akomodasinya oleh pihak panitia. (Ories)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed