Kepala SMPN 1 Bua, Dra Hj Suarti Bangun Silaturahim dengan Seorang Tokoh Aktivis LSM

PALOPO, Tabloid SAR – Kepala SMPN 1 Bua, Dra Hj Suarti nampaknya bukanlah sosok yang bersifat antipati terhadap kalangan pelaku aktivis LSM. Buktinya, ibu empat anak yang baru dilantik di sekolah itu pada Desember 2018 lalu, justru membangun silaturahim dengan seorang tokoh LSM yang dikenal sangat kritis dan garang menungkap kasus-kasus korupsi selama ini.

Adapun tokoh aktivis LSM dimaksud tak lain adalah Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy yang lebih akrab disapa Bang Ories. Sekaligus merupakan pendiri mendia cetak Tabloid SAR dan mendia during SARonline.

Keduanya melakukan pertemuan pada Rabu malam,13 Februari 2019 di restoran Social Barn Coffee and Dining di lantai 4 Mega Plaza, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meski mereka baru kali pertama bertemu, namun tampak mengalir dialog dalam suasana santai dan penuh rasa kekeluargaan.

Pada kesempatan itu, istri Andi Kasri S.Sos ini, dengan secara transparan pula menyampaikan tugas barunya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai Kepala SMPN 1 Bua. Bahkan tak ketinggalan pula meminta advis berupa petunjuk dari tokoh kunci Aktivis Pembela Arus Bawah tersebut.

Hj Suarti pun mengharapkan pada tokoh penggiat LSM anti korupsi yang satu itu, agar sewaktu-waktu dapat berkunjung ke sekolah yang dipimpinnya. “Saya sangat harap supaya Dinda sewaktu-waktu berkunjung ke SMPN 1 Bua,” ucapnya penuh harap pada Bang Ories.

Selain itu, Hj Suarti juga mengharapkan agar dapat pula difasilitasi pada pihak Pemerintah Kabupaten Luwu, supaya pagar sekolahnya dapat dianggarkan melalui APBD. “Sekolah yang saya pimpin itu, pagarnya sangat perlu dibangun tapi sumber anggarannya belum ada,” keluh dia.

Tuturnya lebih lanjut, kalau bisa Dinda sebagai Pimpinan LSM kiranya dapat memfasilitasi anggaran pembangunan pagar sekolah kami, melalui APBD Kabupaten Luwu nantinya.

“Soalnya lingkungan sekolah kami masih ada yang belum dipagar, akibatnya warga bebas keluar masuk, terlebih lagi hewan-hewan piaran masyarakat juga bebas keluar masuk dan sentiasa pula menebarkan kotorannya di dalam lingkungan sekolah,” ungkap Hj Suarti.

Sedangkan Bang Ories dan juga kerap disapa Bang Foxchy ini, tampak dengan seksama menyimak setiap penjelasan yang dilontarkan oleh Kepala SMPN 1 Bua tersebut.

Lalu ia manyampaikan, saya sangat mengapresiasi atas semangat transparansi yang ibu sampaikan itu. “Namun diharapkan agar semua bentuk alokasi anggaran pendindikan di sekolah dapat dikelola secara akuntabel, demi menghindari terjadinya potensi penyalahgunaan keuangan negara atau pemerintah,” tuturnya pada Hj Suarti.

Apalagi ibu baru pertama kali menjadi kepala sekolah, lanjut Bang Foxchy menyampaikan, jadi belum memiliki kemampuan dalam mengelola anggaran menurut prinsif-prinsif tata kelola keuangan sesuai standar akuntasi negara.

Kemudian Bang Foxchy menyarankan, kalau bisa ibu belajar banyak, jika perlu sebaiknya ikut program bimbingan teknis tentang sistem pengelolaan anggaran. “Jika tidak tertip dalam melakukan pengelolaan administrasi keuangan, maka itu dapat berpotensi untuk menimbulkan dampak hukum dalam bentuk kasus korupsi,” ucapnya.

Soal mengenai anggaran pagar sekolah, sambungnya, sebaiknya ibu buat proposal saja ke Bupati Luwu, nanti kita dari LSM yang fasilitasi dalam sistem kebijakan anggaran.

Tutur Bang Foxchy lagi, saya pikir pagar sekolah itu sangat perlu dibangun agar warga tidak lagi bebas keluar masuk lingkungan sekolah dan supaya juga steril dari kotoran hewan-hewan piaraan. “Sebab kebersihan lingkungan sekolah itu sangat penting untuk menciptakan proses belajar mengajar dalam suasana aman dan nyaman,” paparnya.

Lalu ia menambahkan, jika ada oknum-oknum LSM atau oknum wartawan yang datang, dengan berdalih mencari-cari kesalahan tapi caranya mengitimidasi dan berujung pada tindak-tindak pemerasan, maka segera beritahukan pada saya agar disikapi lebih lanjut.

“Kita tidak ingin LSM dan lembaga pers tercoreng akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Apabila ibu sampai diperhadapkan hal buruk seperti ini, maka sebaiknya pula segera laporkan pada pihak kepolisian terdekat,” pungkas Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, seraya kembali menyampaikan saran pada Kepala SMPN 1 Bua tersebut.

Penulis : Herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *