oleh

Kepala Pusat Pengembangan & SDM Regional Makassar, Lepas Puluhan Peserta PKA 2021

MAKASSAR, Tabloid SAR – Kepala Pusat Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (PP & SDM) Regional Makassar, Fahsul Falah melepas puluhan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) tahun 2021 yang akan melaksanakan Studi Lapangan (Stula) di Kabupaten Bulukumba.

Pelepasan 40 peserta atau reformer PKA Kelas Nusantara tersebut, berlangsung di Kampus PP & SDM Regional Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (21/03/2021).

Dalam acara pelepasan rombongan PKA ini, Kepala PP & SDM Regional Makassar berpesan kepada para reformer agar selalu mengambil hikma dari setiap proses pembelajaran selama melaksanakan Stula di Bulukumba.

“Kita berharap para peserta dapat mengambil setiap hikma dibalik proses pembelajaran yang mereka dapatkan, selama melaksanakan Stula di Bulukumba. Dan nanti saat mereka kembali, bisa membawa rekomendasi yang dibutuhkan oleh instansi tempat mereka bekerja,” kata Fahsul.

Selain itu, Fahsul mengingatkan para peserta PKA yang melaksanakan Stula, untuk tetap fokus pada agenda kegiatannya selama di Bulukumba.

“Para peserta Stula, harus tetap fokus sesuai agendanya selama di Bulukumba. Jangan sampai malah asyik berwisata, lalu lupa menyelesaikan tugas,” imbuhnya.

Menariknya, Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani, ikut mendampingi dan memberikan motivasi kepada tujuh orang peserta asal Kabupaten Lutra.

Kepada para reformer tersebut, Indah berpesan agar mereka dapat beradaptasi dengan baik ketika melaksanakan Stula di Kabupaten Bulukumba.

Ia berharap, para peserta dapat melakukan sharing dan saling berbagi pengalaman di tempat kerjanya masing-masing.

 

“Jangan pelit ATM, yaitu amati, tiru, modifikasi. Maksudnya adalah kita harus mampu melihat, mengamati dan beradaptasi dengan baik. Dan selanjutnya harus bisa melakukan modifikasi, karena PR terbesar kita adalah modifikasi, di mana kita wajib  menggabungkan antara teori dan praktek,” pesan Indah.

Lebih lanjut, Indah menambahkan bahwa menjadi reformer adalah pembelajaran yang baik. Sehingga mereka dituntut untuk selalu menciptakan berbagai macam inovasi di tempat kerjanya nanti. Guna mendukung pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan efisien.

“Bagi saya, jika ada orang yang jadi peserta pembelajar, maka sesungguhnya dia juga adalah tempat belajar yang baik. Dia akan menjadi manusia yang maju dan akan mengubah cara berpikir dan budaya kerjanya dengan cara berinovasi. Karena inovasi akan mendukung pekerjaan agar bisa lebih efektif, efisien dan berkelanjutan,” tandasnya.

Editor : William Marthom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed