Kejati Sulsel Dalami Keterlibatan Anak Bupati Soal Dugaan Korupsi Proyek di Enrekang

SULSEL115 views

ENREKANG.NEWSTABLOIDSAR.com – Kasus dugaan keterlibatan MF anak Bupati, tengah didalami Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, atas dugaan Korupsi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp39 Miliar di Kabupaten Enrekang.

“Iya sampai hari ini, kasus itu sudah dalam tahap penyidikan dan tengah berjalan,” Kata Kajati, Firdaus Dewilmar Rabu (3/6/2020).

Penyidikan kasus proyek DAK Enrekang, hingga kini statusnya sama dengan kasus proyek DAK yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Nantilah mendekat ini kita akan ekspose hasil dari penyidikannya,” tutur Firdaus.

Sementara itu, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun mendukung upaya Kejati, segera menyelesaikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi DAK tersebut.

“Harusnya kasus ini sudah lama rampung, tapi apapun itu, langkah Kejati perlu kita dukung, jangan malah semakin tidak jelas,” tegas Kadir.

Diketahui, DAK bantuan Pemerintah Pusat tersebut, khusus untuk membiayai proyek pembangunan bendung jaringan air baku Sungai Tabang yang berlokasi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Anggaran DAK tersebut kemudian dimasukkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Enrekang di tahun anggaran 2015.

Namun dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Enrekang (Pemkab Enrekang) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PUPR) Kabupaten Enrekang memanfaatkan anggaran tersebut dengan kegiatan yang berbeda. Yakni anggaran yang dimaksud digunakan membiayai kegiatan irigasi pipanisasi tertutup dan anggarannya pun dipecah menjadi 126 paket pengerjaan.

Hingga saat ini, terdapat 9 paket pengerjaan pipa yang bahan meterilnya masih terdapat di lokasi dan tak ada proses pengerjaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *