oleh

Jelang Pilkada 2020, Pengamat Masih Jagokan Indah di Luwu Utara dan Husler di Luwu Timur 

PALOPO, NEWSTABLOID SAR.com–Pilkada Serentak 2020 yang juga sedang digelar di Luwu Utara dan Luwu Timur, telah memasuki masa kampanye dengan standar protokol kesehatan Covid-19. Namun berbagai pengamat masih menjagokan Indah Putri Indriani di Luwu Utara dan HM Thoriq Husler di Luwu Timur.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Mardani Malinta saat berbincang-bincang dengan awak media ini pada salah satu Warkop di Kota Palopo baru-baru ini.

Baca Juga :

“Saya menilai Indah di Luwu Utara dan Husler di Luwu Timur masih sangat kuat,” tutur salah satu aktivis Luwu Raya yang lebih akrab disapa Caddang ini.

Tampak Mardani Malinta alias Caddang (pakai jas hitam) saat berbincang-bincang dengan Pimpinan Tabloid SAR pada salah satu Warkop di Kota Palopo, saat membahas konstelasi politik Pilkada Luwu Utara dan Luwu Timur.

Menurutnya, bahwa para penantangnya masih harus bekerja keras untuk dapat memenangkan Pilkada Luwu Utara dan Luwu Timur itu. “Apalagi posisi Indah dan Husler adalah sama-sama patahana calon bupati, walau ditantang oleh wakilnya masing-masing,” terang Caddang.

Meskipun, lanjut Caddang menyampaikan, lawan politik Indah di Pilkada Luwu Utara mengangkat isu-isu politik primordialisme. Tapi itu tidak banyak mempengaruhi masyarakat dalam mempergunakan hak pilihnya di TPS nanti.

“Saya ini juga Putra Luwu Utara dan tidak memiliki hak pilih di Pilkada ini, namun saya lebih menjagokan Indah di Luwu Utara,” tukasnya.

Seandainya, tuturnya, terjadi head to head di Pilkada Luwu Utara, maka persaingan politik mungkin akan berlangsung sangat ketat. “Soalnya Indah masih menguasai sebagian besar jaringan birokrasi. Apalagi jaringan politiknya sudah terstruktur hingga ke desa-desa,” ungkap Caddang.

Lanjut ia menyampaikan, adapun kasus bencana banjir di Masamba tempo hari, itu juga tidak banyak mempengaruhi tingkat elektabilitas Indah.

“Jadi walaupun kasus bencana banjir tersebut berusaha pula untuk dipolitisasi oleh ke dua lawan politiknya untuk mendeskriditkan posisi Indah di Pilkada Luwu Utara,” paparnya.

Kendati demikian, kata Caddang lagi, bukan berarti Calon Bupati lainnya tidak memiliki kans untuk dapat memenangkan kompetisi politik di Pilkada Luwu Utara tersebut. “Saya kira hanya Pak Thahar dalam kedudukannya sebagai patahana wakil bupati yang bisa memiliki kans untuk dapat bersaing dengan Indah,” tukasnya.

Adapun mengenai Calon Bupati Arsyad Kasmar, menurutnya, walau kurang diperhitungkan, namun bisa juga dapat menjadi kuda hitam. “Tapikan sudah lihat seperti apa track record politiknya dalam mengikuti pesta demokrasi selama ini,” imbuh dia.

Jadi itu, sambungnya, sehingga membuat posisi Pak Arsyad Kasmar menjadi kurang diperhitungkan di Pilkada Luwu Utara kali ini. “Namanya juga politik, itu sangat dinamis dan tidak dapat dipresiksi hasilnya,” terang Caddang.

Halnya mengenai Pilkada Luwu Timur, Caddang mengemukakan, saya pikir akan terjadi kompetisi yang cukup ketat, sebab keduanya adalah patahana.

Alasannya sebab dimana Husler adalah patahana calon bupati dan dan Irwan merupakan patahana calon wakil bupati. “Hanya saja Irwan masih sangat bekerja keras untuk dapat merebut kursi bupati dari Husler,” pungkasnya.


Ketua Umum DPP SRMD, William Marthom.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Rakyat Miskin Demokratik (DPP SRMD), William Marthom, menurutnya konstalasi politik dalam Pilkada Luwu Utara dan Luwu Timur pada dasarnya masih berlangsung dinamis dan sangat ketat.

“Sebab para petahana bupati dalam kontestasi politik tersebut mendapat penantang yang tak lain adalah wakilnya sendiri, sehingga para ASN dapat diprediksi akan terbagi dua, sebagian akan memilih calon petahana bupati dan calon petahana wakil bupati,” ungkap William saat dikonfirmasi wartawan media ini, Kamis (15/10/2020) malam.

Lebih jauh mantan Sekretaris Majelis Nasional Konfederasi Serikat Nasional (Majenas KSN) itu menyebutkan, jika sebagian masyarakat di Luwu Utara maupun di Luwu Timur, masih menjagokan petahana bupati karena menurut mereka kinerja Indah dan Husler selama menjadi bupati di daerahnya memperlihatkan kinerja yang mendapat apresiasi dari masyarakatnya.

“Hanya saja, tidak semua masyarakat merasa puas dengan kinerja para petahana bupati tersebut. Karena sebagian masyarakat juga menilai kinerja para bupati itu, tidak maksimal dalam membangun daerah yang mereka nahkodai selama lima tahun pada periode lalu,” kunci William.

Untuk diketahui, bahwa terdapat tiga pasangan calon (Paslon) yang saling bertarung di Pilkada Luwu Utara, yakni Paslon Nomor Urut 1 HM Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI), Paslon Nomor Urut 2 Indah Putri Indiani-Suaib Mansur (BISA) dan Paslon Nomor Urut 3 Arsyad Kasman-Andi Sukma (AKAS).

Sedangkan untuk Pilkada Luwu Timur hanya dua Paslon yang saling bertarung, masing-masing adalah Paslon Nomor Urut 1 HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH-Bebudi) dan Irwan Bachri Syam-Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Rio). (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed