oleh

HOREE….. Lima Koruptor Proyek Pengadaan Pipa di Palopo Divonis 5 Tahun 6 Bulan

PALOPO, Tabloid SAR – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, menjatuhkan vonis hukuman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dengan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan penjara kepada masing-masing lima terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan pipa di Kota Palopo.

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Tipikor Makassar Muh.Yusuf Karim, bersama Hakim Anggota Ni Putu Sri Indayani dan Rostansar, membacakan putusannya dalam sidang vonis yang digelar secara virtual itu, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga :

Lima terdakwa yang divonis bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor Makassar dalam kasus korupsi ini adalah Irwan Arnold dan Fauziah Fitriani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Hamsyari dan Anshar Dachri selaku Kelompok Kerja (Pokja) dan Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Palopo (Kasi Pidsus Kejari Palopo), I Nyoman Sugiartha yang juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus korupsi ini.

Menurutnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar, menjatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan kepada kelima terdakwa karena terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Kelima terdakwa dalam kasus korupsi ini, masing-masing dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara,” kata I Nyoman saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/1/2021).

Vonis kelima terdakwa korupsi tersebut, lebih rendah dari tuntutan yang diajukan JPU dalam sidang sebelumnya yang berlangsung pada Selasa, 1 Desember 2020 lalu. Dalam persidangan itu, JPU mengajukan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun.

Untuk diketahui, proyek pengadaan pipa atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kota Palopo tersebut, dibangun pada dua wilayah kecamatan yakni di Wara Barat dan Telluwanua dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 15 miliar lebih.

Sebelumnya, Polda Sulsel mulai menyelidiki dugaan korupsi dalam kasus ini pada tahun 2017 lalu, karena terindikasi ada praktek korupsi di dalamnya. Karena diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Dalam kasus ini, perbuatan para terdakwa mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 5,5 miliar.

Editor : William Marthom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed