oleh

Diduga Peras Para Kades di Luwu, Sejumlah Oknum LSM dan Wartawan Catut Nama Inspektorat

LUWU, Tabloid SAR – Beberapa hari belakangan ini, sejumlah Kepala Desa (Kades) lagi-lagi diresahkan oleh segerombolan oknum LSM dan wartawan tertentu.

Pasalnya, oknum-oknum LSM dan wartawan tersebut diduga melakukan pemerasan, dengan cara mencatut nama Inspektorat Kabupaten Luwu dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga :

Hal tersebut, disampaikan oleh sejumlah Kades di Kabupaten Luwu pada Redaksi Tabloid SAR melalui hubungan komunikasi handphone-nya masing-masing.

Para Kades tersebut, meminta pada  Redaksi Tabloid SAR, agar mempertanyakan kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu, bahwa apakah benar mengutus sejumlah LSM dan wartawan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan di desa-desa yang sedang berjalan sekarang ini.

Soalnya, kata sejumlah Kades tersebut, mereka memperatasnamakan Inspektorat Kabupaten Luwu dan KPK, untuk meminta dokumen pertanggungjawaban desa, selain juga meminta sejumlah uang dengan alasan biaya operasional.

Hanya saja para Kades itu enggan dimediakan namanya, dengan alasan tidak ingin menimbulkan polemik lebih jauh melalui pemberitaan media. Yang senantiasa dijadikan alat, untuk digunakan mengancam para Kedes tersebut.

“Kami pada dasarnya tidak pernah takut dimediakan sepanjang pemberiataannya itu obyektif. Namun jika tidak, maka sudah sangat susah untuk dapat memulihkan nama baik kembali, apabila sudah terekspos luas melalui pemberitaan media, ” begitu para Kades tersebut menyampaikan alasannya.

Menyikapi hal tersebut, kemudian media ini, pada Rabu (29/01/2020) mengkonfirmasi Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu,  Sakri justru membantah jika pihaknya pernah mendelegasikan LSM atau wartawan apapun untuk melakukan pemeriksaan ke desa-desa.

“Jadi itu sudah mencatut nama Inspektorat Kabupaten Luwu. Jadi tolong luruskan isu seperti ini di medianya dinda,” tutur Sakri dengan nada meninggi, sembari mengharapkan pada media ini, untuk mengklarifikasi isu-isu seperti itu.

Lanjut ia menghimbau para Kedes, agar selalu berhati-hati dalam menerima siapapun yang memperatasnamakan Inspektorat Kabupaten Luwu. “Tanyakan dululah, bahwa apakah ada surat tugas resmi yang saya tandatangani dan sifatnya masih berlaku. Apabila  tidak ada, maka jangan dilayani,” tuturnya dari balik handphone-nya.

Melalui kesempatan ini pula, Sakri pun menyampaikan tidak akan segan-segan mempolisikan baik oknum-oknum LSM maupun oknum-oknum wartawan yang memcatut nama Inspektorat Kabupaten Luwu, untuk digunakan memeras para Kades atau para kepala sekolah di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

Lalu ia menambahkan, soalnya para Kades dan kepala sekolah senantiasa menjadi sasaran empuk pemerasan oknum-oknum LSM dan wartawan tertentu.

“Saya pun meminta pada Kades atau kepala sekolah di Luwu ini, agar memfoto okunum-oknum tersebut, lalu dikirimkan pada WA Tabloid SAR untuk diberitakan cepat, supaya kami dari Inspektorat segera mengambil sikap tegas,” pungkas Sakri. (Redaksi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed