Dorong Penguatan Ketahanan Pangan di Desa Tabbaja, Luwu di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Mahasiswi IAIN Palopo, Ainun Fadillah Anwar melalui idenya ,sehingga mememotivasi warga di Desa Tabbaja, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, supaya bisa manfaatkan lahan pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur organik, demi mendorong ketahanan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Seorang Mahasiswi IAIN Palopo, Motivasi Warga di Desanya untuk Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah Jadi Kebun

 

LUWU, TABLOID SAR – Seorang mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, rupanya memiliki bakat kepemimpinan dalam mendorong penguatan ketahanan pangan di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di desanya, yakni Desa Tabbaja, Kecamatan Kamanre, Kabaupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Adapun mahasiswi tersebut, bermana Ainun Fadillah Anwar yang saat ini sedang kuliah pada jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam, Program studi ekonomi Syariah semester 6. Bersosok cantik, supel dan murah senyum serta ramah kepada siapa saja.

Saat di tengah pandemi sedang ganas-ganasnya menghantam peradaban global, dengan segala dempak buruk yang ditimbulkannya. Karena selain tidak hanya menjadi sumber bencana kesehatan bagi umat manusia, hingga merenggut jutaan nyawa di seantero penjuruh dunia.

Namun tak terlepas pula membawa dampak buruk untuk menciptakan resesi ekonomi global, hingga menimbulkan krisis pangan. Bahkan sampai mengakumulasi berbagai persolan kurusial di tengah masyarakat sampai ke desa-desa.

Hal itulah, sehingga mahasiswi kelahiran Seppong, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu tersebut, motivasi warga di desanya agar manfaatkan lahan pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur organik. Tujuannya, tak lain untuk mendorong penguatan ketahanan pangan di Desa Tabbaja di Masa Pandemi ini.

Ternyata gadis yang sudah berusia 21 tahun itu, merupakan putri dari Kepala Desa Tabbaja itu sendiri.

Pada saat awal-awal munculnya bencana pandemi Covid-19 yang begitu mengganas tersebut, kata gadis yang lebih akrab disapa Ainun ini, saya sangat prihatin melihat kondisi ekonomi warga di desa saya.

Pasalnya, tuturnya, akibat penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, bahkan sempat membuat warga jadi stres. Akibat diberlakukannya pembatasan jarak sosial atau social distancing dan jarak fisik atau physical distancing, maka membuat warga tidak bisa ke mana-mana untuk melakukan aktifitas ekonominya.

Terlebih lagi, lanjut ia menuturkan, warga di Desa Tabbaja ini pada umumnya petani. “Saya jadi berpikir, bahwa bisa-bisa warga di desa saya mengalami krisis pangan, apabila tidak dimotivasi untuk menanam sayur-sayuran dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun.

Tampak Kepala Desa Tabbaja, Anwar Ibrahim sedang meninjau salah satu pekarangan rumah yang telah dijadikan sebagai kebun tanaman sayur organik dan sudah dikonsumsi warga di Desa Tabbaja. Pada awalnya merupakan ide dari seorang putrinya  bernama Ainun Fadillah Anwar, sebagai salah satu mahasiswi IAIN Palopo tersebut.

Hal itulah, kata Ainun lebih lanjut, sehingga saya mencetuskan sebuah ide untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah selama masa pandemi covid-19 ini, untuk difektifkan sebagai kebun tananaman sayur organik.

“Alhamdulillah, saat ini kita sudah bisa melihat hasilnya dan telah dikonsumsi warga tanpa lagi harus keluar uang belanja untuk beli sayur-sayuran ke pasar,” ucap Ainun pada media ini, Kamis (10/6/2021) di rumahnya tersebut.

Ainun pun sangat berharap, supaya warga lainnya di desanya agar juga ikut memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya masing-masing, untuk difektifkan menjadi kebun tananaman sayuran organik.

Maksudnya, selain untuk memenuhi kebutuhan pangan warga pada rumah tangganya masing-masing. Tentunya pula bisa meringankan beban ekonomi warga. Alasannya, sebab sudah tidak lagi harus keluar uang untuk belanja sayur-sayuran ke pasar.

“Apalagi dengan mengkonsumsi sayur organik dan tanaman sayuran lainnya yang dipetik langsung dari pekarangan rumah, tentunya itu lebih segar, aman dan sehat,” terangnya.

Menurutnya, bahwa menanam sayur organik dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai kebun, maka itu relatif mudah dengan biaya yang cukup murah.

“Hal mengenai cara-cara menanam sayur organik ini juga bisa dipelajari dari internet,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Desa Tabbaja, Anwar Ibrahim mengaku sangat bersyukur dengan adanya ide yang dicetuskan oleh putrinya tersebut, sehingga dapat mewujudkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk dijadikan sebagai kebun tanaman sayuran organik.

Lanjut Kepala Desa yang dilantik pada tahun 2019 lalu tersebut, jadi hal ini sudah dicanangkan sebagai program pemerintah desa, untuk mendorong warga agar memanfaatkan pekarangannya sebagai kebun tanaman sayuran organik.

Ia pun menambahkan, jadi adanya pemanfaatan pekarangan rumah jadi kebun tanaman sayuran organik tersebut, sebagai salah satu solusi terhadap penguatan pangan bagi warga di desa kami ini.

“Hal itu tidak hanya mendapatkan sayuran yang segar, aman dan sehat, tapi juga dapat mengurangi beban ekonomi bagi warga itu sendiri, terlebih di tengah masa pandemi yang masih terus berlanjut hingga saat ini,” terang Kades Tabbaja tersebut. (Rais)

Pos terkait