“Dikriminalisasi” Mitra Bisnisnya, Tapi Dibebaskan Pengadilan Negeri Palopo

oleh -103 views
Ester Kala' Linggi saat di kantor Redaksi Tabloid SAR, sambil menunjukkan dokumen Putusan Pengadilan Negeri Palopo yang membuatnya bebas dari jeratan kasus hukum yang didakwakannya. Selasa, 7 Januari 2019.

# Ester Kala’ Linggi Ucapkan Terima Kasih Pada Aktivis Pembela Arus Bawah#

PALOPO, Tabloid SAR – Kerjasama dalam dunia bisnis tak selamanya berjalan mulus bahkan tak jarang dari pelaku bisnis menemui sejumlah tantangan, baik berupa ancaman nyawa maupun dalam bentuk tindak pidana hingga gugatan perdata.

Salah satu pelaku dunia bisnis, Ester Kala’ Linggi, mengisahkan, jika dirinya telah dikriminilisasi oleh “Mitra Bisnisnya’’, yang diketahui bernama Abdul Rahman Daeng Tompo, dan sejumlah rekan bisnisnya yang lain, baik dalam bentuk gugatan perdata maupun pidana.

Perempuan berusia 67 tahun ini, Ester Kala’ Linggi dikasuskan secara hukum oleh beberapa orang dari mitra bisnisnya, terkait dengan kerjasama pengembangan perumahan KPR-BTN Buntu Datu yang berlokasi di Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Salah satu mitra bisnis Ester, yakni Abdul Rahman yang akrab disapa Daeng Tompo itu, mengadukannya melalui jalur hukum pidana di Polres Palopo, sehingga Ester sempat mendekam di dalam sel Polres Palop, pada 9 Mei 2019.

Lebih lanjut, Ester kemudian menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo. Namun dialihkan penahanannya oleh Pengadilan Negeri (PN) Palopo pada 11 Juni 2019, hingga akhirnya dinyatakan bebas dari dakwaan tindak pidana yang dituduhkannya, sesuai dengan Putusan PN Palopo Nomor : 129/Pid.B/2019/PN Plp tanggal 6 November 2019.

Sebelumnya, Daeng Tompo mengadukan Ester ke pihak Polres Luwu, karena merasa dirugikan dalam kerjasama pengembangan perumahan KPR-BTN Buntu Datu tersebut.

Tak hanya itu, bahkan suami Ester, yakni Darius Ruru juga ikut diadukan oleh Daeng Tompo ke pihak Polres Palopo. Hanya saja, status tersangka terhadap Darius Ruru dibatalkan, setelah LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, mengadukan pihak penyidik Polres Luwu kepada Kapolri dan Kapolda Sulawesi Selatan.

Kasus pidana yang melibatkan Ester, seorang nenek dengan 16 cucu ini, dijerat dengan tindak pidana penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP dan tindak pidana perbankan Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Akan tetapi, divonis bebas oleh Pengadadilan Negeri Palopo, dimana dalam amar putusannya berbunyi berikut :

  1. Menyatakan terdakwa Ester Kala’ Linggi tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan dalam dakwaan Kesatu dan dakwaan Kedua.
  2. Membebaskan terdakwa, dari dakwaan Kesatu dan Kedua tersebut.
  3. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Sehubungan dengan bebasnya Ester dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo tersebut.  Ester kemudian menemui Bang Ories, begitu ia menyapa Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy, pada Selasa (7/1/2020) di kantornya di Jalan Pongsimpin Kota Palopo untuk memberikan ucapan terima kasih atas putusan PN Palopo yang membebaskan dirinya dari kasus pidana yang dituduhkan pada dirinya itu.

“Saya datang untuk mengucapkan terima kasih pada Bang Ories, atas bantuan yang diberikan LSMnya, akhirnya saya dapat bebas dari tuntutan hukum,” tutur Ester kepada media ini, sembari menunjukkan hasil putusan Pengadilan Negeri Palopo.

Lanjut, Ester menyampaikan, bahwa kasus yang dialaminya ditangani oleh pengacara, namun meski demikian Bang Ories sebagai seorang aktivis hukum ini dianggapnya sangat membantu dalam memberikan advokasi, pendampingan.

Menurut Ester,pimpinan LSM Pembela Arus Bawah ini, dalam menangani kasus yang dialaminya, tidak hanya menyurat kepada Kapolri dan Kapolda, tapi juga menyurat kepada Mahkamah Agung dan pimpinan lembaga lainnya.

“Saya sendiri yang mengirim langsung surat-surat tersebut di kantor Pos Palopo,” ucap Ester seusai menemui aktivis LSM yang dikenal vocal tersebut.

“ Kehadiran saya untuk menemui Bang Ories, untuk kembali meminta bantuan agar penyidik Polres Palopo yang mentersangkakan saya tanpa dasar hukum, supaya dilaporkan kepada Kapolri dan Kapolda Sulsel,’’ ucap Ester

“Soalnya, saya sudah dikriminalisasi dengan cara ditersangkakan pihak Polres Palopo, dengan cara-cara yang sangat tidak adil,” terang Ester dengan nada sedikit emosional.

Lalu ditanya, bahwa siapa saja pihak di Polres Palopo yang diadukan pada LSM Pembela Arus Bawah. Jawabnya, itu sudah saya bahas bersama Bang Ories sebab Beliau lebih paham, bahwa siapa saja pihak Polres Palopo yang akan dilaporkan kepada Kapolri dan Kapolda Sulsel.

Selain itu, kata Ester lagi, juga akan mengkonsultasikan mengenai gugatan perdata Hasanuddin Soleman, yang  proses persidangannya baru akan digelar di Pengadilan Negeri Palopo.

“Saya digugat oleh Hasanuddin Soleman dengan obyek sengketa yang sama, yakni perumahan KPR-BTN Buntu Datu,” bebernya.

Ester mengaku merasa sangat senang, lantaran LSM Pembela Arus Bawah masih bersedia membantunya dalam kasus perdata yang di alaminya.

“Saya sudah menyerahkan dokumen gugatan perdata tersebut pada Pak Rahmat untuk dipelajari terlebih dahulu,” pungkas Ester.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *