oleh

Diduga Terjadi Monopoli Kegiatan Jasa Konsultan di Luwu, Dikeluhkan Sejumlah Pelaku Profesi Jasa Konsultan

LUWU, TABLOID SAR – Praktik-praktik mafia proyek sepertinya sudah menjadi fenomena klasik yang selalu melanda kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Salah satunya dalam bentuk praktik-praktik monopoli jasa konsultan kegiatan infrastruktur.

Hal demikian juga berkembang menjadi rumor di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, sehingga dikeluhkan sejumlah pelaku profesi jasa konsultan di daerah yang dijuluki “Bumi Sawerigading” tersebut.

Kepada media ini, sejumlah pelaku profesi jasa konsultan, menyampaikan keluhannya, jika mereka tidak dapat diakomodir untuk mendapatkan kegiatan, Kalaupun mendapat kegiatan, maka diharuskan pula membayar fee yang telah ditentukan oleh oknum dimaksud.

Adapun oknum yang diduga melakukan praktik-praktik monopoli kegiatan jasa konsultan di Luwu tersebut, disebut-sebut adalah seorang purnabakti Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pernah berdinas di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel.

Hanya saja sejumlah pelaku profesi jasa konsultan yang menyampaikan keluhannya pada media ini, tidak ingin disebut namanya.  Mereka sangat mengeluh dengan adanya praktik-praktik monopoli seperti ini, hal tersebut dianggap sangat tidak memberikan rasa keadilan berusaha dalam sistem kebijakan anggaran pemerintahan.

Begitulah keluhan sejumlah pelaku profesi jasa konsultan tersebut menyampaikan pada media ini. “Apalagi di masa pandemik Covid-19 ini, sehingga membuat hidup jadi susah. Kita juga tidak dapat kegiatan akibat adanya praktik-praktik monopoli seperti itu,” ucap mereka.

Sebagaimana rumor berkembang di Luwu, maka media inipun lalu mengkonfirmasi salah satu pelaku profesi jasa konsultan bernama Azis Djunaid, Rabu (24/03/2021), melalui nomor handphone-nya.

Purnabakti PNS yang satu ini mengaku telah dua tahun melakoni profesi jasa konsultan, pun mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya praktik-praktik monopoli kegiatan jasa konsultan di Luwu tersebut.   “Itu, sama sekali saya tidak tahu,” ucapnya dari balik handphone-nya.

Ia pun juga membantah mengenai rumor yang berkembang, jika dirinya telah melakukan praktik-praktik monopoli kegiatan jasa konsultan di Luwu. “Rumor seperti itu juga sangat tidak benar. Saya hanya  memfasilitasi teman-teman konsultan agar dapat memiliki kegiatan,” tutur Azis.

Hal tersebut sampai mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Akivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy. “Tentunya LSM kita akan menyikapi lebih lanjut praktik-praktik monopoli kegiatan jasa konsultan seperti ini,” terangnya.

Lanjut aktivis yang akrab disapa Bang Ories itu, sebenarnya rumor seperti itu sudah kita dengar. “Kita dari LSM akan agendakan untuk lakukan investigasi, jika memang ada indikasi kuat terjadi dugaan monopoli dan bayar-bayar fee, tentunya pula kita akan laporkan aparat penegak hukum,” tandas Bang Ories. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed