oleh

Di Masa Pandemi, Pemkab Luwu Kembali Tuntaskan Pengaspalan Sejumlah Ruas Jalan

Warga Sebut Bupati Basmin Sebagai Bapak Pembangunan Luwu

 

LANGKAH kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H Basmin Mattayang, untuk terus mengakselerasi pembenahan infrastuktur jalan hingga ke pelosok-pelosok.

Baca Juga :

Hal tersebut, maka sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, walau baru menjelang dua tahun di bawah kepemimpinan bupati yang akrab disapa Opu Daeng Mamenteng itu.

Pasalnya, tidak hanya membangun infrastrutur jalan untuk membuka isolasi desa-desa terpencil di daerah yang dijuluki ‘Bumi Sawerigading’ tersebut.

Namun juga sudah membangun sejumlah ruas jalan berkonsruksi rabat beton. Terlebih lagi, telah pula melakukan pengaspalan pada beberapa jalan yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.

Begitupun halnya di masa pandemi Covid-19 ini, Pemkab Luwu nampaknya kembali menuntaskan pengaspalan sejumlah jalan. Seperti pengaspalan jalan ruas Komba – Binturu, pengaspalan jalan ruas Bua – Sa’pang Desa Poci dan pengaspalan jalan ruas Lamasi – Kondo.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU-PR Kabupaten Luwu, Usdin Iskandar ST.

Kepada media ini, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PU-PR Kabupaten Luwu, Usdin Iskandar ST, menyampaikan bahwa sumber anggaran terhadap kegiatan pengaspalan tersebut, berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020 ini.

“Adapun nilai anggaran kesemua ruas jalan yang diaspal tersebut adalah sebesar Rp. 22 miliar lebih,” tuturnya saat ditemui baru-baru ini di ruang kerjanya.

Saat kegiatan pengaspalan jalan ruas Bua – Sa’pang, Desa Posi, selama ini tidak pernah mendapat perhatian pemerinah daerah.

Hal ini, lanjut ia menyampaikan, sudah merupakan arah kebijakan Bapak Bupati H Basmin Mattayang dalam mengakselerasi pelaksanaan pembangunan, melalui program tuntas berkelanjutan. “Alhamdulillah, kegiatan pengaspalan ketiga ruas jalan tersebut sudah pula dituntaskan,” terang Usdin Iskandar.

Sedangkan warga mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi, atas adanya langkah kebijakan Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, yang mereka disapa dengan sebutan Opu Basmin tersebut, sehubungan dengan dilakukannya pengaspalan sejumlah ruas jalan termasuk di wilayah desanya itu.

“Kami sangat bersyukur, sekaligus mengapresiasi kepemimpinan Opu Basmin, sebab jalan kami ke Desa Posi ini sudah diaspal dengan mulus,” tutur salah satu warga Desa Posi, Kecamatan Bua yang mengaku bernama Ikbal, saat dimintai tanggapannya oleh awak media ini, pada Minggu (15/11/2020).

Bahkan Burhanuddin, salah satu warga Lamasi sampai menyebut Bupati H Basmin Mattayang sebagai Bapak Pembangunan Luwu.

“Saat masih sekolah dulu, saya masih ingat dengan gelar Presiden Suharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional, maka Opu Basmin itu sudah sangat wajar digelar sebagai Bapak Pembangunan Luwu di era reformasi ini,” ungkapnya.

Tampak kegiatan proses pengaspalan jalan ruas Komba-Binturu, Kecamatan Larompong. Akhirnya juga mewujudkan harapan lama masyarakat setempat.

Hal senada tak terlepas pula dilontarkan oleh warga desa Binturu Kecamatan Larompong, lantaran jalannya juga memperoleh kegiatan pengaspalan melalui DAK 2020 ini.

“Seandainya bukan karena Opu Bupati Basmin yang jadi Bupati Luwu sekarang ini, maka belum tentu dilakukan pengaspalan pada jalan di desa kami ini,” kata Rusdin, salah satu warga Desa Binturu ini.

Apa yang dikemukakan oleh sejumlah warga tersebut, dibenarkan oleh Ruslani, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Ponrang. Lanjut ia menyampikan, bahwa sangat wajar apabila Bupati Opu Basmin digelar sebagai Bapak Pembangunan Luwu.

Saat kegiatan pengaspalan jalan ruas Lamasi – Kondo, menjadi sebuah kenyataan setelah masyarakat setempat yang sudah belasan tahun sebelumnya hanya bisa memanfaatkan jalan yang sangat rusak parah.

Alasannya, bahwa walau baru menjelang dua tahun menjadi bupati, tapi jalan-jalan sudah diaspal di mana-mana yang sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya pikir Opu Basmin merupakan Bupati Luwu yang paling memiliki jiwa membangun di era reformasi in,” terang tokoh masyarakat yang berdomisili di Padang Lambe, Kelurahan Padang Sappa tersebut. (Infotorial/Biro-Lw/Redaksi/T-Sar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed