oleh

Bastem Siap Mundur, Apabila Tidak Mampu Realisasikan Program Kerjanya

Aktivis Pembela Arus Bawah : Caleg Tanpa Program Kerja, Sama Saja Ingin Bodohi Rakyat

LUWU, Tabloid SAR – Bastem sebagai Calon Legislatif (Caleg) NasDem Nomor Urut 7 Daerah Pemilihan (Dapil) IV Luwu, Sulawesi Selatan, semakin gencar melakukan kegiatan silaturahim, untuk menggalang dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

Pada setiap melakukan kegiatan silaturahimnya di setiap desa pada Dapil IV Luwu tersebut, Bastem juga mensosialisasikan program kerja unggulannya yang bersifat berbasis kerakyatan. Seperti mengembangkan pembudidayaan tanaman komoditi unggulan berorientasi ekspor.

Program kerja Bastem, Caleg DPRD Kabupaten Luwu, Partai NasDem Nomor Urut 7 Dapil IV Luwu.

Selain itu, maka Caleg NasDem yang satu ini juga akan mendorong peningkatan produktifitas tanaman pangan, seperti penyediakan program sarana produksi (Saprodi) pertanian. Tentunya pula siap mengawal sistem kebijakan publik untuk mendorong pembangunan infrastruktur, demi mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada setiap kesempatan bersilaturahim dengan masyarakat pada setiap desa, Bastem selaku Caleg NesDem Nomor Urut 7 Dapil IV Luwu ini. Kadang pula didampingi langsung oleh kakak kandungnya sendiri bernama Rahmat K Foxchy, dan juga dikenal sebagai penggiat LSM Aktivis Pembela Arus Bawah tersebut.

Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K. Foxchy pada media ini, Senin (25/2/2019), menyampaikan sangat bersyukur, sebab setiap kali melakukan sosialisasi pada setiap desa, maka selalu saja mendapat apresiasi baik dari rumpun keluarga maupun masyarakat dari berbagai lapisan suku dan agama pada Dapil IV Luwu.

Namun jelasnya, tuturnya lagi, apabila adik saya bernama Bastem nantinya dapat terpilih jadi anggota DPRD Luwu, jadi program kerja berbasis kerakyatan tersebut akan segera pula direalisasikan. “Tentunya bagi keluarga dan masyarakat yang memberikan dukungan, maka itu pula yang akan didahulukan untuk diberikan program bibit gratis,”terang aktivis yang akrab disapa Bang Ories tersebut.

Ia pun mengemukakan, jika dirinya memberikan dukungan pada Caleg Nomor Urut 7 NasDem Dapil IV Luwu ini, bukan karena statusnya sebagai adik kandung sendiri. Jadi pertimbangan saya, sebab didasari oleh faktor adanya program kerja jelas dan nyata.

Lanjut ia mengemukakan, adaikan Pak Bastem tidak membawa program kerja sifatnya berbasis kerakyatan, tentunya saya tidak akan mendukungnya. “Jadi bukan karena dia adalah adik kandung saya, tapi program kerjanya itu yang membuat saya mendukungnya. Sebab Caleg tanpa program kerja yang jelas dan nyata, maka sama saja ingin bodohi rakyat,”terang Bang Ories.

Saya pikir, kata Bang Ories lebih lanjut, bahwa Pak Bastem ini membawa paradigma baru dalam ranah perpolitikan Caleg pada Pemilu 2019 yang akan digelar 17 April mendatang. “Jadi semua Caleg mestinya juga menyiapkan program kerjanya masing-masing, supaya rakyat dalam menggunakan hak konstitusionalnya dalam Pemilu, agar tidak seperti memilih kucing dalam karung,”ujarnya.

Menurutnya, bahwa apabila Pak Bastem dapat terpilih menjadi anggota DPRD Luwu, saya sangat menggaransi (menjamin –red) atas program kerjanya itu akan dapat direalisasikan (diwujudkan –red).

“Karena saya sangat tahu persis kualitas dan reputasi Pak Bastem sebagai eksportir selama ini, memiliki banyak hubungan dengan kalangan pengusaha eksportir komoditi pertanian dan pabrikan,”beber Bang Ories.

Sayakan sebagai aktivis LSM, lanjut ia menyampaikan, tentunya pula merasa malu apabila program kerja tersebut sampai tidak direalisasikan. “Walau adik saya sendiri, maka sayalah orang pertama yang akan mempermalukannya, sekaligus menuntutnya untuk mundur dari DPRD nantinya,” tandasnya.

Hal tersebut dibenarkan Bastem sendiri, jika nantinya terpilih sebagai anggota DPRD, maka dirinya siap mundur apabila tidak merealisasikan program kerjanya tersebut. “Jadi ini bukan janji politik, sebab program-program yang saya sosialisasikan itu, sudah menjadi agenda untuk diwujudkan demi memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor dan kalangan pabrikan,”akunya.

Caleg NasDem yang satu ini lalu menjelaskan, kita akan programkan pembudidayaan jagung unggul untuk memenuhi permintaan ekspor. “Teman-teman saya dari kalangan pengusaha pabrikan banyak pula yang meminta jagung,”ucap dia.

Menurutnya, jadi dengan terbukanya pasar jagung seperti ini, maka mestinya harus ditangkap untuk kita dibudidayakan bersama-sama. “Saya siap gratiskan bibit jagungnya apabila nantinya saya terpilih,” tandas putra Bastem yang satu ini, selama ini merantau di Jakarta dan Sumatera.

Lanjut ia mengemukakan, jadi bibit jagung itu nantinya, tentunya yang paling unggul. Kita akan lalukan pembibitan sendiri yang dipandu oleh tenaga ahli pertanian, supaya produksinya lebih meningkat. Hanya saja, kita harus menyiapkan stok minimal 2.000 ton per sekali pengiriman. “Itu pun baru memenuhi kebutuhan untuk satu pengusaha eksportir,” imbuhnya.

Nantinya, sambung Bastem, hasil panennya, kita sendiri yang tampung kembali dari petani, supaya harga tidak dimainkan oleh tengkulak agar petani dapat meningkat pendapatannya.

“Jika segenap keluarga dan warga mendukung saya sampai terpilih menjadi anggota DPRD, maka program pembudidayaan jagung yang akan menjadi langkah awal untuk dibudidayakan. Karena tanaman ini yang lebih cepat diproduksi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Setelah itu, papar Bastem lebih lanjut, baru kita programkan pembudidayaan tanaman kelapa dan pinang serta tanaman komoditi ekspor lainnya. “Untuk kelapa, batoknya atau tempurungnya dijadikan arang sebagai bahan baku karbon aktif untuk diekspor,”ujarnya.

Saya sendiri kata Bastem lagi, merupakan salah satu pengusaha ekspor bahan baku karbon aktif ke Japang dan sejumlah negara industri lainnya. Selama ini, itu saya kumpulkan dari petani-petani kepala di Sumatera sana dan mereka sejahterah hidupnya dari arang batok kelapa tersebut.

“Jadi nantinya kita akan budidayakan jenis Kelapa Entok atau Kelapa Genjah Varietas Salak, sebab hanya butuh dua tahun sudah bisa berbuah,”ucapnya.

Ayah dua anak ini, lanjut menyampaikan, bahwa tanaman kelapa itu sangat banyak kegunaannya dalam menciptakan usaha rakyat. Rincinya, seperti tempurangnya untuk dijadikan arang sebagai bahan baku karbon aktif.

“Karbon aktif itu sendiri, sudah menjadi kebutuhan industri dunia dalam memproses pengelolahan limbah industri, termasuk limah rumah sakit, sehingga permitaan ekspornya sangat tidak terbatas,” tutur pengusaha eksportir yang satu ini.

Kita pun telah memahami bersama, bahwa bua kelapa muda adalah sudah mentradisi menjadi minuman segar. Halnya daging kelapa yang tua dapat diolah menjadi kopra. Begitupun didinya dapat diolah menjadi sapu lidi, termasuk batangnya dapat dijadikan papan. Bahkan sabutnya pun itu juga bisa diekspor untuk kebutuhan industri manufaktur.

“Jadi pohon kelapa itu adalah sangat beragam pula potensi usaha yang diciptakannya, untuk dapat menggerakkan perekonomi masyarakat,”urainya.

Bastem pun menjelaskan mengenai program pembudidayaan tanaman pinang. Kata dia, bahwa buah pinang itu diekspor ke India dan sejumlah negara Eropa, untuk digunakan dalam industri tekstil, selain bahan baku industri obat-obat dan komestik . “Tapi jenis pinangnya tidak sama dengan pinang kita. Jadi itu nanti, kita akan datangkan bibitnya,”kata dia.

Tidak hanya itu, lanjut ia menjelaskan, bahwa sebenarnya banyak sekali tanaman komoditi ekspor yang dapat kita kembangkan pembudidayaannya. Seperti lada atau merica, Bastem mengaku jika dirinya mendapat pesanan dari sejumlah rekan-rekannya sesama eksportir, tapi kita kan tidak punya stok. “Jadi merica ini juga akan menjadi agenda program kerja saya nantinya, untuk kita dibudidayakan secara bersama-bersama,”kata Bastem lagi.

Namun jelasnya, lanjut Caleg Nomor Urut 7 NasDem Dapil IV Luwu ini, apa bila saya dapat lolos menjadi anggota DPRD, maka saya siap mewujudkan program kerja yang saat ini sedang disosialisasikan di tengah keluarga dan masyarakat. “Saya pun juga menyatakan, bahwa juga siap mundur, apabila tidak mampu merealisasikan program kerja tersebut, sebagai bentuk sanksi moral politik bagi diri saya sendiri,”tandasnya.

Bastem lanjut menekankan, saya tidak mungkin mempermalukan diri saya sendiri, apalagi mempermalukan kedua orang tua saya dan kakak saya yang dikenal sebagai aktifis itu. Tentunya pula saya tidak ingin mempermalukan segenap rumpun keluarga saya.

Lalu ia menambahkan, bahwa bagaimanapun juga, saya sangat menjaga martabat seganap keluarga. Saya tidak ingin nama baik keluarga besar saya menjadi rusak, hanya karena sebuah ambisi politik.

“Jadi program kerja yang sedang disosialisasikan ini. Insyah Allah akan saya wujudkan, apabila nantinya saya terpilih jadi anggota DPRD Luwu,” kunci Caleg Nomor Urut 7 NasDem Dapil IV Luwu tersebut.

Penulis : Hery

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed